MAKLUMAT — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan hubungan bilateral antara Washington dan pemerintahan sementara Venezuela di bawah Delcy Rodríguez berjalan “luar biasa”, ditandai dengan mulai mengalirnya minyak Venezuela ke Amerika, dan prospek kenaikan pendapatan yang dinilai bisa berdampak positif bagi rakyat Venezuela.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Kamis (12/2/2026), Trump menyebut hubungan kedua negara “sangat baik”, sekaligus memuji kerja keras Menteri Luar Negeri dan Senator Marco Rubio atas diplomasi yang dilakukan. “Hubungan antara Venezuela dan Amerika Serikat, bisa dibilang, luar biasa!,” tulis Trump.
Trump menekankan bahwa komentar tersebut merefleksikan penilaiannya sendiri, sekaligus mempertegas bahwa hanya pejabat yang diakui Negara Bagian AS yang berhak mewakili pemerintah dalam urusan luar negeri.
Minyak Mulai Mengalir, Pendapatan & Dana Diprioritaskan
Menurut pernyataan pejabat energi AS, penjualan dan ekspor minyak Venezuela yang dikelola AS telah menghasilkan lebih dari US$1 miliar dan diproyeksikan menambah hingga US$5 miliar dalam beberapa bulan mendatang. Sebagian besar hasil penjualan akan dikelola oleh pemerintahan interim Venezuela dan diprioritaskan untuk belanja publik dan pembangunan kembali sektor energi.
Trump juga pernah mengatakan bahwa Washington akan memperoleh keuntungan besar dari minyak Venezuela dan berencana menggunakan sebagian hasilnya untuk “membantu rakyat kedua negara”. Pernyataan ini sekaligus memperlihatkan fokus AS pada pemulihan produksi minyak sebagai pilar hubungan energi bilateral.
Konteks Politik & Kritik Internasional
Perubahan tajam ini terjadi setelah operasi militer AS pada 3 Januari 2026, yang berujung pada penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh pasukan khusus AS. Sejak itu, Delcy Rodríguez dilantik sebagai presiden interim dan mulai menjalankan hubungan dekat dengan Washington.
Kendati demikian, langkah tersebut memicu kritik dan ketidakpastian internasional. Aksi militer AS sempat menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara besar seperti Rusia, yang menyatakan keberatan atas pembatasan peran mereka dalam bisnis energi Venezuela.
Di dalam negeri Venezuela sendiri, meski hubungan dengan AS dinilai membaik dan sejumlah tahanan politik telah dibebaskan, dinamika politik tetap kompleks. Demonstrasi pro-demokrasi terus berlangsung di berbagai kota, sementara skeptisisme tentang komitmen reformasi politik tetap tinggi di kalangan aktivis dan masyarakat sipil.
Perubahan Diplomasi & Energi
Momentum ini juga ditandai oleh rencana kunjungan kenegaraan pertama Presiden Delcy Rodríguez ke Washington, sebuah langkah yang belum terjadi selama lebih dari dua dekade, sebagai bagian dari normalisasi hubungan dan pembicaraan kerjasama energi yang lebih luas.
Trump dan pejabat AS menekankan hubungan baru ini sebagai peluang strategis untuk mengamankan pasokan energi, mengurangi ketergantungan pada negara lain, dan membuka potensi investasi besar di sektor minyak Venezuela.***










