Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 920 Orang, Operasi Penyelamatan Berpacu dengan Waktu

Korban tewas akibat gempa Venezuela naik tiga kali lipat menjadi 920 orang. (Foto: Al Jazeera TV)

MAKLUMAT — Tiga hari setelah gempa Venezuela, jumlah korban tewas meningkat menjadi 920 orang. Selain itu, lebih dari 3.300 orang terluka, sementara puluhan ribu lainnya masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang pantai utara Venezuela pada Rabu (25/6/2026) lalu. Pihak berwenang menyatakan 243 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Amerika Serikat dilaporkan mengirim tim pencarian dan penyelamatan dari Virginia, California, dan Florida pada Jumat untuk membantu evakuasi korban yang masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh.

Kepala Pemadam Kebakaran Los Angeles County, Anthony Marrone, mengatakan, unit pemadam kebakaran dari Los Angeles County dan Fairfax County, Virginia, merupakan satu-satunya tim di Amerika Serikat yang memiliki pelatihan khusus untuk menjalankan operasi penyelamatan di luar negeri.

Tim dari Los Angeles County terdiri atas 73 personel. Mereka membawa mesin penghancur beton, alat pendengar untuk mendeteksi korban yang masih hidup di bawah reruntuhan, serta berbagai perlengkapan lain guna mendukung operasi kemanusiaan.

Respons pemerintah federal Amerika Serikat terhadap bencana tersebut dipimpin oleh Departemen Luar Negeri, dengan dukungan Komando Selatan AS.

Baca Juga  Gempa Susulan di Sumenep Lebih dari 60 Kali Hingga Siang Ini

“Siang atau malam, [Departemen Perang] terus mengirimkan peralatan penyelamat jiwa yang sangat penting ke Venezuela,” tulis Komando Selatan AS seperti dilansir Fox News, Ahad (28/6/2026). Unggahan itu juga menampilkan kendaraan konstruksi berat yang mengangkut kotak-kotak besar berisi bantuan.

Selain mengirim personel, Amerika Serikat juga menjanjikan bantuan darurat sebesar 150 juta dolar AS, bersama sejumlah organisasi internasional yang ikut menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Di tengah masuknya bantuan internasional, warga Venezuela menilai respons pemerintah mereka belum memadai. Sejumlah warga mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka hanya melihat sedikit tim penyelamat pemerintah di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

Lembaga-lembaga kemanusiaan menyebut 48 hingga 72 jam pertama merupakan periode paling krusial untuk menemukan korban yang masih hidup.

Pada Jumat malam, otoritas Venezuela mengumumkan akan membatasi akses menuju La Guaira, wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Langkah tersebut dilakukan agar tim pencarian dapat bekerja tanpa terganggu oleh kerumunan warga.

Menurut Associated Press, siapa pun yang ingin memasuki kawasan tersebut kini harus memperoleh izin dari otoritas, meski pemerintah belum menjelaskan pihak mana yang berhak mendapatkannya.

Kebijakan itu muncul setelah banyak warga melakukan pencarian secara mandiri terhadap anggota keluarga mereka yang hilang.

Baca Juga  Said Abdullah Sorot Tarif 32% AS ke Indonesia: Tumbal Kepentingan Sepihak Amerika

Nazareth Jimenez, warga La Guaira di utara Caracas, mengatakan dirinya menyaksikan para tetangganya menggunakan palu dan alat listrik untuk memecah beton bangunan apartemen demi mencari korban yang masih tertimbun.

Ia menunggu dengan harap-harap cemas agar saudara kandung, keponakan, dan teman-temannya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kami meminta bantuan kepada pemerintah dan negara-negara di seluruh dunia. Masih ada orang yang hidup di sana,” kata Jimenez kepada Associated Press.

Pemerintah Venezuela yang dipimpin penjabat Presiden Delcy Rodriguez telah menyalurkan makanan dan air bersih kepada para penyintas di La Guaira. Namun, warga setempat menilai bantuan tersebut masih jauh dari mencukupi.

Bencana ini menjadi ujian besar bagi Rodriguez, mantan wakil presiden yang memimpin pemerintahan koalisi setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro. Kepemimpinannya diuji selama penanganan krisis ini. Apalagi Rodriguez tidak terpilih sebagai presiden dan belum mengumumkan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum.***