Pemkab Jember Usulkan 11 Desa Migran Emas, Cegah PMI Nonprosedural

desa migran emas

MAKLUMAT – Pemerintah Kabupaten Jember mengusulkan 11 desa menjadi Desa Migran Emas (Edukatif, Maju, Aman, Sejahtera). Program itu digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memperkuat perlindungan pekerja migran berbasis desa.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember Hadi Mulyono mengatakan, program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pekerja migran yang aman, sejahtera, dan mandiri sejak dari tingkat desa.

”Program Desa Migran Emas ini bertujuan mewujudkan ekosistem migran aman, sejahtera, dan mandiri. Hulunya memang dari desa,” kata Hadi, Minggu (17/5/2026)

Sebanyak 11 desa yang diusulkan meliputi Desa Balung Lor, Dukuhdempok, Sabrang, Ambulu, Glundengan, Wonoasri, Ledokombo, Bagorejo, Sidomukti, Sidomulyo, dan Puger Kulon.

Menurut Hadi, Jember selama ini menjadi salah satu daerah penyumbang pekerja migran terbesar di Jawa Timur. Setiap tahun, lebih dari seribu warga tercatat berangkat bekerja ke luar negeri secara prosedural.

Karena itu, pemerintah desa dinilai memiliki peran penting dalam memberikan informasi, perlindungan, hingga pendampingan bagi calon pekerja migran dan keluarganya. ”Ke depan, desa diharapkan menjadi pusat informasi bekerja di luar negeri yang aman sekaligus memberikan pemberdayaan bagi pekerja migran yang sudah pulang,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkat Kepuasan Tembus 82,3 Persen, Program Jember Home Care Jadi Primadona Warga

Program Desa Migran Emas juga diarahkan untuk menekan keberangkatan pekerja migran nonprosedural yang selama ini kerap memunculkan persoalan di luar negeri. Mulai dari kekerasan hingga tindak perdagangan orang.

Untuk memperkuat layanan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI), petugas BP3MI kini telah ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Jember. Mereka akan memberikan layanan informasi dan administrasi keberangkatan PMI. Selain itu, Rumah Sakit Daerah Balung dan RSD dr Soebandi juga telah membuka layanan medical check up bagi calon pekerja migran.

Hadi berharap seluruh pemerintah desa di Jember mendukung program tersebut, termasuk melalui pembentukan peraturan desa terkait perlindungan pekerja migran. Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menempuh jalur resmi dan prosedural demi menjamin perlindungan selama bekerja.

”Bagi calon PMI, cari informasi negara-negara mana yang membuka ruang kerja. Sebelum berangkat, saya berharap mungkin melalui program pelatihan untuk peningkatan kompetensi,” katanya. (*)