MAKLUMAT — SD Muhammadiyah 24 Surabaya menegaskan pentingnya pembelajaran dan pemahaman thaharah (bersuci) sejak dini, dengan mengajarkan tata cara wudhu dengan benar, dalam kegiatan Darul Arqam Berkarakter bertajuk “Keajaiban Wudhu ala Bilal bin Rabbah”, yang diadakan di Masjid Al-Falah Surabaya, Selasa (3/3/2026).
Guru Bahasa Arab SD Muhammadiyah 24 Surabaya yang bertindak sebagai pemateri, Ustaz Syamsul, menegaskan bahwa bersuci memiliki peran penting dan harus diajarkan sejak kecil. Sebab, kata dia, hal itu akan menjadi bekal yang akan selalu dibawa dan digunakan.
Ia menjelaskan bahwa wudhu dalam ibadah bukan hanya mengguyurkan air ke beberapa bagian tubuh saja, melainkan bersuci sebagai bentuk menyucikan diri dari hadas kecil menggunakan air sebelum melaksanakan ibadah, salah satunya salat.
Ustaz Syamsul menjelaskan kepada para anak didiknya urutan berwudhu, mulai dari niat, urutan-urutan dan bagian tubuh yang dibasuh, hingga bacaan doa usai berwudhu.
Pertama niat, tidak perlu dilafalkan dan cukup di dalam hati saja sudah sah. Kedua, membaca basmalah dan dilanjut dengan mencuci kedua tangan. Ketiga, berkumur sebanyak 3 kali, bertujuan untuk membersihkan arena mulut dan gigi, dilanjut dengan istinsyaq, yakni menghirup air ke dalam hidung saat bewudhu.
Ia memberikan cara mudah dan tips supaya tidak tesedak ketika istinsyaq, yakni dengan menampung air secukupnya dan dihirup secara perlahan. Keistimewaan istinsyaq, lanjut Ustaz Syamsul, selain membersihkan area hidung juga dapat menjadi solusi mengatasi rasa kantuk.
“Jadi, jika kalian merasa mengantuk, lakukan istinsyaq karena ini yang Rasulullah Saw anjurkan dalam hadisnya,” kata Ustaz Syamsul.
Selanjutnya, membasuh muka atau wajah sebanyak 3 kali, dilanjutkan dengan membasuh lengan tangan sampai siku 3 kali, yang diawali dari lengan kanan dilanjutkan lengan kiri. Kemudian, membasuh rambut dari ujung depan hingga ujung belakang, kemudian ke kedua telinga. Setelah semua bagian sudah dibersihkan, terakhir membasuh kaki dari ujung sampai mata kaki 3 kali, dimulai dari sebelah kanan dilanjut kaki kiri. Semuanya harus dilakukan dengan tepat dan berurutan, yang kemudian dilanjutkan dengan doa setelah wudhu.
Setelah diberikan penjelasan dan pengarahan, seluruh siswa diarahkan menuju kelas dan melakukan praktik wudhu. Setiap anak dipandu oleh wali kelasnya masing-masing.
“Wudhu tidak sekedar penjelasan materi saja, melainkan penting untuk dipraktekan karena wudhu menjadi bagian dari sah-nya salat,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, Ustaz Syamsul juga menyampaikan alasan mengapa Bilal bin Rabbah menjadi tokoh pilihan atau role model dalam pembahasan dan praktik berwudhu yang dilakukan.
Menurutnya, Bilal bin Rabbah merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw yang cukup istimewa. Selain masyhur sebagai muazin yang juga dijamin masuk surga, Bilal dinilai memiliki karakter yang menjadi teladan bagi semua umat muslim, yaitu istikamah menjaga kesuciannya.
Bilal, kata dia, selalu menjaga wudhu dalam kesehariannya, setiap kali batal wudhu, maka Bilal bergegas kembali mengambil air wudhu. Hal ini didukung dengan kesehariannya yang terbiasa salat sunah syukrul wudhu, baik siang maupun malam hari, sehingga istikamah selalu terjaga.
“Karena antara yang dijaga dan kegiatan yang dilakukan berkesinambungan,” tandas Ustaz Syamsul.
Serangkaian kegiatan Darul Arqam Berkarakter yang dilaksanakan SD Muhammadiyah 24 Surabaya di Bulan Ramadan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua kalangan, bahwa hadirnya bulan suci ini bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, bukan tentang keindahan buka bersama, apalagi “berburu” baju baru yang diselimuti kalimat “Alhamdulillah bisa beli”, melainkan sejauh mana setiap muslim belajar memaknai bulan suci untuk terus belajar dan berbenah dari setiap lapisan perintah agama yang berkesinambungan antara ilmu, agama, dan kemanusiaan.
Kesadaran yang demikian, diharapkan mampu meningkatkan karakter islam sebagaimana para tokoh islam yang patut dijadikan teladan, dalam rangka mencetak dan menyiapkan generasi masa depan yang unggul, berkemajuan, dan berprestasi, dengan senantiasa berpegang teguh pada iman dan takwa.














