Perbaikan Layanan Ibu dan Anak, Dinkes Jember Evaluasi Capaian K6 dan Suplementasi Gizi

dinkes

MAKLUMAT – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember mengevaluasi capaian pelayanan ibu dan anak untuk mengidentifikasi indikator yang masih perlu diperbaiki. Perhatian diarahkan pada kunjungan keenam ibu hamil (K6) dan suplementasi gizi yang menjadi bagian dari intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Evaluasi tersebut dibahas dalam Publikasi Data Triwulan III Tahun 2026 di Aula Bawah Pemerintah Kabupaten Jember, Jumat (9/10/2026). Forum itu diikuti penanggung jawab kesehatan ibu dan anak (KIA) dari 50 puskesmas di Kabupaten Jember.

Dalam pemaparan evaluasi, Mudiyarto dari Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Jember bersama dosen Polkesma Jember mengidentifikasi sejumlah indikator program yang masih membutuhkan penguatan. Capaian K6 dan indikator suplementasi gizi menjadi perhatian. Pasalnya, hasil keduanya masih relatif rendah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Jember dr Gini Wuryandari MKes mengatakan, capaian indikator tersebut perlu ditindaklanjuti. Sebab, berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program di puskesmas tidak berhenti pada pencatatan capaian, tetapi berlanjut pada identifikasi masalah dan perbaikan layanan.

“Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah capaian beberapa indikator intervensi spesifik stunting yang masih perlu ditingkatkan. Indikator K6 serta indikator suplementasi gizi masih menunjukkan capaian yang relatif rendah,” ujar Gini.

Baca Juga  Bupati Jember Gercep Atasi Kelangkaan BBM, Ini Respons PC GP Ansor Kencong

Menurut dia, perbaikan capaian membutuhkan koordinasi antara penanggung jawab KIA dan petugas terkait di setiap puskesmas. Pemantauan berkala juga diperlukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program dan mengenali kendala yang dihadapi di masing-masing wilayah.

Dinkes PPKB Jember meminta penanggung jawab KIA di 50 puskesmas mengidentifikasi faktor yang memengaruhi rendahnya capaian K6 dan suplementasi gizi. Hasil identifikasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi wilayah. Dengan begitu, perbaikan program dapat dilakukan berdasarkan persoalan yang ditemukan di lapangan.

“Untuk itu, Dinkes PPKB berharap kepada seluruh PJ KIA di 50 Puskesmas agar dapat melakukan penguatan koordinasi dengan petugas terkait, memastikan pelaksanaan intervensi di lapangan, serta melakukan pemantauan capaian secara berkala,” kata Gini.

Kunjungan K6 merupakan bagian dari pelayanan antenatal bagi ibu hamil untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin. Sementara itu, suplementasi gizi merupakan salah satu bentuk intervensi yang perlu dilaksanakan sesuai sasaran dan ketentuan program. Keduanya menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Bagi Dinkes PPKB Jember, evaluasi capaian tersebut menjadi dasar untuk mengarahkan perbaikan pelaksanaan program di tingkat puskesmas. Tantangannya tidak hanya meningkatkan angka capaian, tetapi juga memastikan pelayanan dan intervensi yang dibutuhkan dapat menjangkau sasaran secara tepat waktu.

Baca Juga  Dukung Penataan Pasar Tanjung Jember, Warganet Soroti Fungsi Jalan Umum

Melalui evaluasi lintas puskesmas, Dinkes PPKB Jember mendorong agar indikator yang belum optimal ditindaklanjuti dengan langkah yang terukur. Perkembangan capaian pada periode berikutnya akan menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana upaya perbaikan layanan ibu dan anak berjalan. (*)