Perdana, QAIL dan IPM Kids Jadi Program Unggulan Kurikulum Ismuba SD Muhlas 2026-2027

SD Muhlas

MAKLUMAT — Suasana Rapat Kerja (Raker) SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) di Nawangwulan Hall Purnama Hotel, Kota Batu, Jawa Timur, berlangsung dengan semangat kolaborasi dari 70 guru dan karyawan. Kegiatan yang digelar pada Selasa-Rabu (23-24/6/2026) itu menjadi ajang penyusunan program sekolah untuk tahun ajaran 2026-2027.

Memasuki sesi pemaparan kurikulum Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Guru Ismuba SD Muhlas Ahmad Mujaddid menyampaikan pentingnya keterlibatan seluruh guru dan karyawan dalam membangun karakter siswa.

Ia menekankan pembinaan akhlak dan ibadah harus berjalan sesuai nilai-nilai Muhammadiyah. “Program tersebut meningkatkan kualitas kelas tahfidz khusus,” ujarnya.

Selain penguatan kelas tahfidz, SD Muhlas juga menyiapkan program semi pesantren melalui Muhlas Boarding Class (MBC) sebagai salah satu ciri khas sekolah. Program ini diarahkan untuk memberikan pengalaman pendidikan yang lebih terintegrasi bagi siswa, tidak hanya dalam hafalan dan bacaan Al Quran, tetapi juga pembentukan karakter.

Mujaddid menjelaskan, MBC akan mengusung konsep pendidikan berbasis QAIL. Dalam bahasa Arab, qail sendiri memiliki arti orang yang berkata atau tersampaikan. Konsep tersebut memuat empat unsur utama, yakni Qur’anic Character Building, Academic Excellence, Islamic Leadership, serta Life Skill & Independence.

“QAIL menjadi bagian dari penguatan pendidikan integratif di SD Muhlas. Siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik dan Al-Qur’an, tetapi juga karakter, kepemimpinan, serta kemandirian,” jelasnya.

Baca Juga  Ahmad Mujaddid: Pemetaan Kemampuan Baca Al-Qur'an Harus Objektif, Dasar Pembelajaran Sesuai Kemampuan

Program lain yang turut diperkenalkan dalam kurikulum Ismuba adalah pembentukan IPM Kids atau Ikatan Pelajar Muhammadiyah tingkat sekolah dasar. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk belajar organisasi dan menerapkan nilai kepemimpinan sejak dini.

Mujaddid menambahkan, kehadiran IPM Kids menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas sekolah sekaligus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang positif.

“Selain itu, untuk mengaplikasikan dan menjadi kebanggaan para siswa, maka akan dibentuk IPM Kids (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) di tingkat sekolah dasar,” imbuh pria yang juga adalah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya tersebut.

Setelah pemaparan kurikulum Ismuba, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan tanggapan dari peserta raker. Pembahasan tersebut dilakukan untuk menyamakan visi serta memperkuat pelaksanaan program yang telah disusun oleh setiap kepala urusan.

“Melalui Raker ini diharapkan seluruh komponen yang ada di SD Muhlas senantiasa bersinergi, karena sebaik dan sesempurna program atau sistem yang dibuat mustahil bisa berhasil tanpa adanya kerja sama saling melengkapi satu sama lainnya. Semangat berfastabiqul khairat, sukses sekolah kita tercinta ini,” pungkasnya.

Baca Juga  Gelar Upgrading Guru Tilawati, SD Muhlas Dorong Layanan Pendidikan yang Berkualitas

 

*) Penulis: Muriyono