Songsong Musywil IPM Jawa Timur, Rektor UMLA Tekankan Penguatan Pendidikan dan Pemerataan Kader

Jajaran PW IPM Jawa Timur saat audiensi dengan Rektor UMLA, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dok. IPM Jatim)

MAKLUMAT — Jajaran Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur melaksanakan audiensi dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Prof Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat SKep Ns MKes, Kamis (18/6/2026).

Adiensi tersebut dilakukan dalam rangka mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV IPM Jawa Timur, yang menurut rencana akan dilangsungkan di BBPPMPV BOE Malang pada 3-5 Juli 2026 mendatang.

Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Hengki Pradana, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkuat sinergi antara organisasi pelajar Muhammadiyah dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dalam menyiapkan kader masa depan.

Menurutnya, tantangan kaderisasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguatan organisasi, tetapi juga bagaimana memastikan kader IPM memiliki akses pendidikan yang baik, serta mampu berkembang di berbagai bidang keilmuan.

“PW IPM Jawa Timur terus berupaya membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan. Kami melihat perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mendampingi kader untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan kapasitas diri, serta memperluas kontribusi di berbagai sektor kehidupan,” ujar Hengk

Masukan dari perguruan tinggi, kata dia, menjadi bekal penting bagi IPM dalam menyusun arah gerakan kaderisasi ke depan. Terlebih, Jawa Timur memiliki jumlah kader yang besar sehingga memerlukan strategi yang matang dalam pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga  Milad ke-63 IPM, Hilman Latief: Tingkatkan Inovasi Literasi untuk Indonesia Emas 2045

Pengembangan Kompetensi sesuai Kebutuhan Zaman

Sementara itu, Rektor UMLA Prof Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat SKep Ns Mkes, menekankan pentingnya penguatan pendidikan bagi kader IPM sebagai investasi jangka panjang bagi Muhammadiyah.

Menurut dia, kader pelajar Muhammadiyah perlu didorong untuk melanjutkan pendidikan tinggi serta mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemerataan kader di berbagai bidang keilmuan. Ia menjelaskan, Muhammadiyah membutuhkan kader yang tidak hanya hadir pada bidang tertentu, tetapi juga mampu mengambil peran di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, teknologi, ekonomi, hingga bidang-bidang profesional lainnya.

“Kader IPM perlu dipersiapkan untuk masuk ke berbagai disiplin ilmu. Dengan begitu, ke depan Muhammadiyah memiliki sumber daya manusia yang kuat dan tersebar di berbagai sektor yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

Lebih lanjut, Aziz juga menandaskan komitmen UMLA dalam mendukung pengembangan kader Muhammadiyah melalui berbagai program akademik, kemahasiswaan, serta penguatan kapasitas yang dapat diakses oleh kader IPM Jawa Timur.

Audiensi tersebut berlangsung hangat dan produktif dengan berbagai diskusi mengenai penguatan kaderisasi, pendidikan tinggi, serta peluang kolaborasi antara PW IPM Jawa Timur dan Universitas Muhammadiyah Lamongan. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam menyiapkan kade Muhammadiyah yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Zulhas di Resepsi Milad ke-63 IPM: Tokoh-tokoh Muhammadiyah Menginspirasi Kemerdekaan

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan HM Bakri Priyodwi Atmaji SKep MKep, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan H Alifin SKM MKes.

 

*) Penulis: M. Nizar Syahroni