MAKLUMAT — Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Daerah Muhammadiyah (Dikdasmen dan PNF PDM) Sidoarjo menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam bagi SMA Muhammadiyah 4 Porong (SMAMPOR),yang dilangsungkan pada 26-27 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Arayana Hotel & Resort, Trawas, tersebut mengusung tema “Merancang Pembelajaran Mendalam: dari Perangkat Pembelajaran Menuju Pengalaman Belajar yang Bermakna dan Berdampak”.
Selain membahas penyusunan perangkat pembelajaran, workshop juga menjadi ruang penguatan komitmen guru dan tenaga kependidikan (Tendik) Muhammadiyah dalam menjalankan tugas pendidikan.
Ketua PDM Sidoarjo Prof Dr A Dzou’ul Milal MPd menyampaikan materi bertajuk “Membangun Komitmen Diri sebagai Guru dan Tenaga Kependidikan Muhammadiyah”.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya menata hati, pikiran, ucapan, dan tindakan. Setiap aktivitas, termasuk mendidik dan melayani peserta didik, diharapkan dilandasi niat lillahi ta’ala agar memiliki nilai ibadah.
Guru dan tenaga kependidikan juga diingatkan untuk menjaga tutur kata serta menghadirkan keteladanan dalam tindakan sehari-hari. Ucapan dinilai memiliki konsekuensi sehingga perlu disampaikan dengan penuh tanggung jawab.
“Ucapan bukan perkara sepele karena bisa membawa konsekuensi besar. Oleh karena itu, guru dan tenaga kependidikan perlu menjaga tutur kata sekaligus menghadirkan keteladanan dalam tindakan sehari-hari,” ujarnya.
Menukil Surah Ali Imran ayat 134, Prof Milal juga menekankan tentang kemampuan menahan amarah dan memaafkan sesama. Ia juga menekankan ketakwaan sebagai landasan untuk mengurangi sikap egosentris dan meningkatkan kepedulian kepada orang lain.
Dalam konteks sekolah, kata dia, kepedulian dapat diwujudkan melalui perhatian terhadap murid, kerja sama antarrekan, serta pelayanan yang bertanggung jawab.
Be on the Right “TRACK”
Lebih lanjut, Prof Milal juga menekankan serta mengajak agar para guru dan tendik Muhammadiyah selalu “be on the right TRACK”. Istilah TRACK sendiri ia gunakan sebagai akronim dari lima nilai kerja, yakni Transparan, Responsif, Akuntabel, Communicative/Collaborative (komunikatif dan kolaboratif), serta Kompak/Guyub.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pengingat agar pekerjaan di lingkungan sekolah dilakukan secara terbuka, tanggap, dapat dipertanggungjawabkan, serta mengutamakan kerja bersama.
Selain itu, Prof Milal juga menyoroti pentingnya aspek komunikasi dalam pendidikan. Pesan pendidikan, menurutnya, harus bisa disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat diulang sesuai dengan kemampuan penerima.
Sementara itu, menukil Surah Ali Imran ayat 103, Prof Milal juga menandaskan pentingnya kebersamaan dan kekompakan tim.
Di samping ikhtiar profesional, guru dan tenaga kependidikan juga diajak menjaga rasa syukur ketika memperoleh kebaikan, bersabar dalam menghadapi kesulitan, serta bertawakal kepada Allah SWT selama menjalankan usaha. Penguatan mengenai tawakal tersebut dikaitkan dengan Surah Al-Anfal ayat 2.
Susun Perangkat Pembelajaran Mendalam
Workshop tidak hanya berisi penguatan komitmen, tetapi juga pembahasan teknis terkait pembelajaran mendalam.
Rangkaian kegiatan mencakup orientasi, pembahasan konsep pembelajaran mendalam dan karakteristik peserta didik, penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam, serta simulasi pembelajaran.
Peserta kemudian mengikuti klinik penyusunan perangkat pembelajaran berdasarkan kelompok bidang studi. Kelompok tersebut antara lain mencakup MIPA dan TIK, bahasa dan muatan lokal, serta humaniora yang meliputi bidang sosial, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Bimbingan Konseling (BK).
Rancangan pembelajaran selanjutnya dijadwalkan melalui tahap finalisasi dan praktik mengajar atau peer teaching. Tahapan tersebut diarahkan agar perangkat yang disusun dapat diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Rangkaian workshop juga memuat penguatan etos kerja Islami, sesi komitmen melalui commitment card, refleksi, serta aktivitas kebugaran dan kebersamaan.
Pada hari kedua, para peserta mengikuti lanjutan praktik dan presentasi hasil perangkat pembelajaran, refleksi akhir, hingga penutupan kegiatan.
Perpaduan pembinaan karakter, kolaborasi, dan keterampilan penyusunan perangkat pembelajaran, workshop tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMAMPOR.***
*) Penulis: Nisa Aulina / Wigatiningsih












