PP Muhammadiyah Tegaskan Aliansi Muda Muhammadiyah Bukan Sikap atau Mandat Resmi Persyarikatan

PP Muhammadiyah Tegaskan Aliansi Muda Muhammadiyah Bukan Sikap atau Mandat Resmi Persyarikatan

MAKLUMAT — Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah menegaskan bahwa tindakan kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi ataupun mandat dari Persyarikatan yang telah berdiri sejak tahun 1912 itu.

“Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah,” bunyi pernyataan yang diteken Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, Jumat (9/1/2026).

Hal tersebut merespon pencatutan nama Muhammadiyah oleh kelompok pemuda yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah, yang disebut melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik buntut materi dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.

Dalam pernyataannya, MPKSDI PP Muhammadiyah menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang berlandaskan dakwah amar makruf nahi munkar senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, hukum yang berkeadilan, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana.

Langkah yang mengatasnamakan sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah sikap atau tindakan resmi Muhammadiyah sebagai lembaga. Sebab, setiap kebijakan ataupun sikap resmi hanya bisa disampaikan oleh pimpinan terkait yang berwenang sesuai dengan landasan konstitusi Persyarikatan.

“Setiap langkah dan sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah,” tegas pernyataan tersebut.

Baca Juga  Sekum PP Muhammadiyah Tegaskan Pentingnya Dakwah Muhammadiyah Melalui Regulasi dan Politik

“Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah,” lanjutnya.

Meski begitu, Muhammadiyah menandaskan bahwa organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun, hal tersebut merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok terkait yang bersangkutan, bukan institusi Muhammadiyah secara kelembagaan.

Lebih lanjut, melalui pernyataan tersebut MPKSDI PP Muhammadiyah mengajak seluruh pihak, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa dengan cara-cara yang konstruktif, dialogis, dan mencerahkan,” tandasnya.

Pandji Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Sebelumnya, komika senior Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kelompok pemuda yang mengatasnamakan sebagai Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah, Rabu malam (7/1/2025).

Laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut buntut pertujukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang digelarnya dan juga tayang di platform Netflix, yang dituding mengandung materi menyinggung dan menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyatakan bahwa narasi yang dibangun Pandji berpotensi memicu perpecahan di tengah kondisi masyarakat yang saat ini dinilai sensitif. Dalam pelaporan, ia turut menyerahkan rekaman materi komedi Mens Rea sebagai barang bukti. Materi tersebut dinilai telah melampaui batas kritik dan masuk ke ranah penghinaan terhadap kelompok tertentu.

Baca Juga  Din Syamsudin: Masa Depan Indonesia Ditentukan Umat Islam

“Kami melaporkan adanya dugaan merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Ini berpotensi memecah belah bangsa,” ujar Rizki saat di Mapolda Metro Jaya, Rabu malam (7/1/2026).

Ia menyebut, materi yang disampaikan Pandji dalam pertujukan Mens Rea telah menimbulkan keresahan. Menurutnya, kritik politik yang disampaikan Pandji tidak lagi berada dalam koridor sehat, melainkan sudah menyentuh ranah kehormatan pihak lain. “Tentu ini menimbulkan keresahan, khususnya bagi kami sebagai anak muda Nahdliyin, begitu pula rekan-rekan dari Aliansi Muda Muhammadiyah,” tambah Rizki.

Pandji Pragiwaksono dan Show Mens Rea

Sekadar diketahui, Mens Rea merupakan judul pertunjukan stand up comedy spesial yang diadakan komika senior Pandji Pragiwaksono, yang juga ditayangkan melalui platform streaming Netflix.

Dalam pertunjukan tersebut, sosok yang juga merupakan salah satu Founder Stand Up Comedy Indonesia itu banyak mengulas dinamika politik nasional, serta kondisi demokrasi di Indonesia dengan gaya penyampaian khasnya.

Pandji sendiri memang selama ini dikenal sebagai komika senior yang cukup sering mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah, dinamika politik dan demokrasi, hingga sosial budaya. Sejak sekitar tahun 2022, Pandji juga diketahui telah memilih untuk tinggal di New York, Amerika Serikat, meskipun dalam beberapa waktu pulang ke Indonesia.

Data per Kamis (8/1/2026), pertunjukan stand up comedy spesial Mens Rea masih bertahan dan menduduki urutan teratas (peringkat pertama) Serial TV Indonesia yang ditayangkan oleh platform Netflix.

Baca Juga  Terima Silaturahim PCIM Saudi, Haedar: Kader Wajib Jaga Tradisi Besar Persyarikatan
Pernyataan resmi PP Muhammadiyah melalui MPKSDI.
Pernyataan resmi PP Muhammadiyah melalui MPKSDI.
*) Penulis: Ubay NA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *