Prabowo Berpeluang Tinggalkan Gibran di Pilpres 2029, Sjafrie Muncul sebagai Opsi Kuat

pilpres

MAKLUMAT – Meski masih lama, namun Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai bergerak. Presiden Prabowo Subianto diprediksi tidak akan kembali menggandeng Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jika maju untuk periode kedua.

Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal menilai duet Prabowo–Gibran sejak awal menyisakan residu politik yang belum sepenuhnya reda.

“Semakin ke sini terasa kuat nuansa ambisi kekuasaan yang berlebihan. Sulit dibela secara objektif,” ujar Erizal, dikutip Jumat (20/2/2026).

Ia meyakini Prabowo tidak akan mengulang konfigurasi politik yang berisiko memicu resistensi di internal koalisi. Jika kembali maju, Prabowo diperkirakan memilih figur yang lebih matang secara politik dan diterima luas oleh partai-partai pendukung.

Menurut Erizal, sosok wakil presiden yang terlalu muda berpotensi kembali memantik friksi. Karena itu, Prabowo dinilai akan mempertimbangkan figur dengan pengalaman panjang di pemerintahan serta jaringan kuat di lingkar kekuasaan.

Erizal menyebut Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin memiliki kedekatan personal dan rekam jejak panjang bersama Prabowo. Faktor usia dan pengalaman menjadi penyeimbang strategis.

“Secara kualitas relatif sepadan. Hubungan personalnya juga kuat. Itu modal politik penting,” tegasnya.

IPR: Sjafrie Figur Rasional di Radar Capres

Baca Juga  Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia dan Turki Teken 3 MoU Strategis

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan menyebut nama Sjafrie Sjamsoeddin masuk dalam bursa Capres 2029 sebagai langkah logis. Posisi Sjafrie di kabinet Prabowo menempatkannya pada peran strategis, bukan hanya di sektor pertahanan, tetapi juga dalam agenda nasional berdampak luas.

“Masuknya nama Sjafrie dalam radar capres sangat logis. Perannya di pemerintahan cukup sentral,” ujarnya.

Ia menegaskan Prabowo memberi kepercayaan besar kepada Sjafrie, termasuk memimpin Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Satgas ini dibentuk melalui Perpres Nomor 5 Tahun 2025 untuk menertibkan penguasaan lahan ilegal di kawasan hutan.

“Satgas PKH bergerak mengambil alih lahan ilegal dan menegakkan hukum. Targetnya mengembalikan jutaan hektare lahan menjadi aset negara,” tegas Iwan.

Meski begitu, ia mengingatkan peluang Sjafrie tetap sangat bergantung pada keputusan politik Prabowo. Jika Prabowo kembali maju Kembali di Pilpres 2029, ruang bagi Sjafrie sebagai capres dinilai mengecil.

“Realistisnya, sulit bagi Sjafrie maju jika Prabowo mencalonkan diri lagi sebagai capres. Mungkin saja Sjafrie akan digaet Prabowo sebagai cawapres,” pungkasnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Istana maupun partai koalisi terkait konfigurasi pasangan capres-cawapres 2029. Namun dinamika menuju Pilpres 2029 terus menghangat.

Baca Juga  Polemik Dokumen Pendidikan dalam Putusan MK, Gibran Resmi Dilaporkan ke Bareskrim Polri