Prabowo Didukung 4 Partai, Saiful Mujani: Siapa Lawannya di 2029?

prabowo

MAKLUMAT– Prabowo Subianto mendapat dukungan dari empat partai politik untuk kembali maju pada Pilpres 2029. Namun, dukungan Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN itu memunculkan pertanyaan dari pakar politik Saiful Mujani: siapa yang akan menjadi penantang Prabowo dalam kontestasi mendatang?

Saiful menyoroti peta koalisi partai politik di parlemen dan kemungkinan terbatasnya jumlah pasangan calon presiden jika aturan pencalonan dalam Undang-Undang Pemilihan Presiden (UU Pilpres) berubah.

“Bener ini Golkar, PKB, PAN dukung Prabowo? Lawan siapa? AHY dan Anies atau Pram?” tulis Saiful melalui akun X miliknya, Selasa (13/10/2026).

Pertanyaan tersebut mengarah pada kemungkinan terbentuknya koalisi besar yang mendukung Prabowo, sementara partai-partai lain harus menentukan langkah untuk membangun poros tandingan.

Saiful juga menyinggung wacana revisi UU Pilpres, terutama jika aturan baru mensyaratkan dukungan minimal dua partai di DPR untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Calon presiden hanya maksimal 3 sebab Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN bilang udah mutusin dukung Prabowo,” tulisnya.

Menurut skenario yang disampaikan Saiful, konfigurasi delapan partai yang memiliki kursi di parlemen dapat memengaruhi jumlah pasangan calon yang bisa maju. Namun, perkiraan tersebut bergantung pada ketentuan pencalonan yang berlaku dan pembentukan koalisi menjelang Pilpres 2029.

Baca Juga  Sari Yuliati Aklamasi Jadi Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Golkar Tetapkan Prabowo, Cawapres Belum Dipilih

Partai Golkar telah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya sudah menentukan pilihan untuk posisi calon presiden.

“Standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya,” kata Doli.

Meski demikian, Golkar belum menentukan figur yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden.

Doli menjelaskan partainya biasanya membahas dan menetapkan calon wakil presiden menjelang pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Dengan demikian, dukungan Golkar kepada Prabowo belum sekaligus menetapkan pasangan yang akan diusung pada Pilpres 2029.

PAN Klaim Dukung Prabowo Sejak 2025

Dukungan kepada Prabowo juga datang dari Partai Amanat Nasional (PAN). Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menyatakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah menyampaikan sikap tersebut dalam Rapat Kerja Nasional PAN pada 2025.

“Sikap itu sudah dinyatakan resmi oleh Ketua Umum PAN, Bang Zulkifli Hasan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN tahun 2025 lalu,” kata Viva.

Menurut Viva, dukungan PAN kepada Prabowo untuk kembali maju pada Pilpres 2029 sudah dinyatakan secara resmi. Karena itu, ia menilai pertanyaan mengenai arah dukungan politik lebih tepat ditujukan kepada partai-partai yang belum menentukan sikap.

Baca Juga  PKB Klaim Banyak yang Siap Jadi Pendamping Kiai Marzuki di Pilgub Jatim

Pernyataan tersebut mempertegas posisi PAN yang ingin melanjutkan dukungan kepada Prabowo. Namun, dinamika politik menuju 2029 masih memungkinkan perubahan konfigurasi koalisi maupun strategi pencalonan.

AHY, Anies, atau Pramono Jadi Penantang?

Saiful menyebut tiga nama yang menjadi bahan pertanyaannya mengenai kemungkinan penantang Prabowo, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedan, dan Pramono Anung.

Penyebutan nama-nama tersebut belum menunjukkan bahwa mereka telah ditetapkan sebagai kandidat Pilpres 2029. Pertanyaan Saiful lebih menyoroti siapa yang berpotensi tampil sebagai alternatif jika dukungan terhadap Prabowo semakin terkonsolidasi.

AHY memiliki posisi politik melalui Partai Demokrat. Anies Baswedan pernah menjadi kandidat presiden pada Pilpres 2024, sedangkan Pramono Anung juga masuk dalam daftar figur yang disebut Saiful.

Namun, peluang mereka untuk maju akan bergantung pada keputusan partai politik, dukungan koalisi, dan dinamika politik menjelang pendaftaran pasangan calon.

Sampai saat ini, dukungan sejumlah partai kepada Prabowo belum menjawab siapa yang akan membangun poros tandingan. Partai-partai di luar koalisi pendukung Prabowo masih memiliki ruang untuk menjajaki kerja sama politik.

Tantangan Prabowo Bukan Hanya Mengumpulkan Dukungan

Pertanyaan Saiful Mujani memperlihatkan bahwa peta Pilpres 2029 tidak cukup dibaca dari banyaknya partai yang menyatakan dukungan kepada Prabowo. Persoalan berikutnya adalah apakah partai-partai lain mampu membentuk koalisi alternatif dengan kandidat yang kompetitif.

Baca Juga  Kunjungan Resmi ke Presiden Peru, Prabowo Terima Tanda Kehormatan Tertinggi

Jika Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN mempertahankan dukungan kepada Prabowo, partai-partai lain perlu menghitung kekuatan politik dan menentukan strategi pencalonan. Negosiasi mengenai calon wakil presiden juga berpotensi menjadi bagian penting dari pembentukan koalisi.

Meski begitu, dukungan yang diumumkan jauh sebelum pemilu tidak otomatis menjamin komposisi koalisi tetap sama. Kepentingan partai, dinamika politik nasional, serta aturan pencalonan dapat memengaruhi keputusan menjelang Pilpres 2029.

Karena itu, pertanyaan mengenai siapa yang akan melawan Prabowo menjadi salah satu isu penting dalam membaca arah politik nasional. Persaingan nantinya tidak hanya ditentukan oleh soliditas koalisi pendukung petahana, tetapi juga kemampuan kekuatan politik lain menghadirkan kandidat dan tawaran program yang meyakinkan pemilih.