MAKLUMAT — Presiden Prabowo Subianto ingin kampus tak hanya menjadi menara ilmu, tetapi juga ruang solusi bagi daerah. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia didorong menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan beragam persoalan pembangunan, mulai dari pengelolaan sampah, penataan lingkungan, hingga desain ruang publik yang lebih baik.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut Brian, Presiden menanyakan sejauh mana implementasi arahan sebelumnya terkait pelibatan kampus dalam mendukung kebutuhan daerah melalui kekuatan riset, keahlian akademik, dan sumber daya dosen.
“Bapak Presiden meminta saya, kami di Kemendiktisaintek, sudah sejauh mana kemajuan jurusan-jurusan, prodi-prodi, dan dosen-dosen yang bisa membantu pemda,” ujar Brian seperti dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo, kata Brian, menekankan bahwa pemerintah daerah perlu mendapat dukungan konkret dari kalangan akademik, terutama para peneliti, guru besar, dan dosen yang memiliki keahlian relevan dengan kebutuhan lapangan.
“Bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantu, di-backup oleh kampus-kampus, peneliti, guru-guru besar yang bidangnya terkait, seperti arsitektur untuk keindahan taman-taman, kemudian teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah, dan sebagainya,” jelas Brian.
Kampus Jadi “Asisten” Kepala Daerah
Sebagai tindak lanjut, Kemendiktisaintek akan mengonsolidasikan perguruan tinggi di berbagai wilayah untuk membentuk tim ahli kampus yang dapat menjadi mitra strategis kepala daerah.
Tim tersebut diharapkan menjadi semacam asisten intelektual bagi pemerintah provinsi, kota, maupun kabupaten dalam merancang solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap persoalan lokal.
“Jadi diharapkan setiap daerah—provinsi, kota, maupun kabupaten—kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” kata Brian.
Langkah ini sejalan dengan program “Kemdiktisaintek Berdampak”, yakni inisiatif yang mendorong agar pendidikan tinggi dan penelitian tak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Presiden juga meminta agar pola kerja sama ini disusun lebih terstruktur, sehingga seluruh kampus—besar maupun kecil—memiliki ruang kontribusi yang jelas dalam pembangunan daerah. “Bapak Presiden meminta lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan,” ujar Brian.***














