25.6 C
Malang
Rabu, Februari 21, 2024
KilasPresiden Jokowi: Data Pertahanan Tidak Bisa Semua Dibuka ke Publik

Presiden Jokowi: Data Pertahanan Tidak Bisa Semua Dibuka ke Publik

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) turut angkat bicara ihwal debat ketiga Pilpres 2024, yang salah satunya mengangkat topik pertahanan dan keamanan. Menurut dia, data-data pertahanan bukanlah sesuatu yang bisa dibuka sembarangan di khalayak umum, sebab menyangkut strategi besar negara.

Selain itu, Presiden RI dua periode itu juga menilai, perlu ada pembenahan format debat untuk selanjutnya agar tidak saling menyerang personal. Dia menyebut, debat ketiga Pilpres 2024 belum bisa menunjukkan substansi dari visi para kandidat.

“Yang berkaitan dengan pertahanan, yang berkaitan dengan keamanan negara, yang berkaitan dengan alutsista itu ada yang bisa terbuka tapi banyak yang memang harus kita rahasiakan,” kata Jokowi di sela-sela kunjungan kerjanya di Serang, Banten, Senin (8/1/2024).

“Banyak yang memang harus kita rahasiakan, karena ini menyangkut strategi besar negara, nggak bisa semua dibuka kayak toko kelontong, nggak bisa,” sambungnya.

Seperti diketahui, capres nomor urut 01 Anies Baswedan dan capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo sempat ‘mendesak’ capres nomor urut 02 yang juga menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) saat ini, Prabowo Subianto untuk membuka data pertahanan di hadapan publik secara transparan.

Terkait ‘saling serang’ dalam debat, Jokowi berpendapat hal itu wajar dan tidak menjadi masalah. Namun, dia menggarisbawahi agar serangan tersebut lebih menyasar visi-misi dan program para capres, bukan menyerang personal.

“Debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup. Saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi,” ungkapnya.

Menurut Jokowi, serangan untuk menjatuhkan personal dalam sebuah debat adalah hal yang tidak mengedukasi. Jika demikian, dia menilai akan banyak masyarakat yang kecewa terhadap debat tersebut.

“Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira nggak baik dan nggak mengedukasi,” katanya.

“Saya kira akan banyak yang kecewa. Sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup,” imbuh Jokowi. (*)

Reporter: M Ardi Firdiansyah

Editor: Achmad Santoso

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer