Prof Sukadiono: Kader Muhammadiyah Harus Berakhlak saat Mengkritik Kebijakan Pemerintah

Sukadiono

MAKLUMAT — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Prof Dr dr Sukadiono MM menegaskan kepada seluruh generasi muda Muhammadiyah untuk selalu mengedepankan akhlak dalam memberikan kritik terhadap kebijakan apa pun yang mungkin kurang tepat.

Pesan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jatim di Aula BBPPMPV BOE Malang pada Sabtu (4/7/2026). Prof Sukadiono menekankan pentingnya merawat karakter gerakan Muhammadiyah, yakni kritis-kooperatif.

“Salah satu karakter Muhammadiyah itu adalah kritis-kooperatif. Saya tidak ingin anak-anak muda Muhammadiyah, khususnya IPM dan IMM meniru anak-anak muda yang tidak mengedepankan akhlak dalam mengkritisi kebijakan yang tidak tepat,” ujarnya.

Prof. Sukadiono lalu menyampaikan tiga landasan dalam berorganisasi. Pertama adalah akhlak sebagai landasan mutlak berorganisasi. Hal ini menjadi dasar dalam mengkritisi kebijakan pemerintah dengan bahasa yang santun, sehingga tidak membuat pernyataan yang akan menyakiti orang lain.

Ia lalu mengutip QS Al-Mujadilah ayat 11. Prof Sukadiono mengingatkan kader Muhammadiyah untuk hati-hati dalam berbicara. “Saya tidak ingin kader IPM Jatim punya kader yang kemudian kalau ngomong tidak terkontrol, justru menyakitkan bagi orang lain,” ungkapnya.

Baca Juga  Haedar Nashir Terima Bintang Mahaputra Utama, Simbol Negara Akui Kiprah Muhammadiyah

Selanjutnya adalah aspek meningkatkan ilmu dan wawasan. Prof Sukadiono memaparkan bahwa semakin seseorang mempelajari ilmu, semakin ia menyadari betapa banyak hal yang belum diketahuinya.

Prof Sukadiono lalu mengingatkan kepada para peserta untuk tidak merasa puas dengan ilmu yang dimiliki. Menurutnya, hal inilah yang akan menentukan kualitas SDM untuk kemajuan bangsa di masa yang akan datang.

Terakhir, aspek ketiga yaitu kepedulian sosial. Dengan merujuk pada QS Al-Lail ayat 5 sampai 10, Prof Sukadiono menyampaikan bahwa orang yang peka dan peduli pada orang lain maka jalannya akan dimudahkan oleh Allah.

“Saya sering sampaikan, orang yang punya kepekaan, orang yang punya kepedulian kepada orang lain, Insya Allah akan dimudahkan oleh Allah jalannya,” ucapnya.

Ia kemudian menambahkan bahwa sebaliknya, mereka yang tidak memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap orang lain akan digiring Allah menuju jalan yang penuh kesulitan.

Mengakhiri sambutannya, Prof Sukadiono turut memaparkan sejumlah pesan terhadap kader Muhammadiyah untuk selalu peduli dan peka terhadap kesulitan orang lain. Serta menjadi problem solver dari permasalahan yang dihadapi siapa pun.

“Di mana pun kita berada, kita harus menjadi solusi, kita harus menjadi problem solver dari permasalahan yang dihadapi oleh siapa saja,” ujarnya.

Baca Juga  Mirdasy: Hadapi Pemilu tanpa Data Sama Halnya Bertempur Menutup Mata

Selain itu, ia juga mengungkapkan harapannya untuk kelancaran pemilihan formatur dalam Musywil IPM Jatim ini. “Mudah-mudahan Musywil IPM Jatim yang ke-24 ini berjalan dengan lancar dan sukses. Siapa pun nanti yang terpilih, maka itu adalah pimpinan kita. Dan tentu harus kita dukung, harus kita support,” pungkasnya.

 

*) Penulis: Fatin Azmi Fauziyah