Jejak Gurita Bisnis Fuad Hasan Masyhur: Dari Raja Bisnis Haji dan Umrah Maktour Hingga Pusaran Kasus KPK

Jejak Gurita Bisnis Fuad Hasan Masyhur: Dari Raja Bisnis Haji dan Umrah Maktour Hingga Pusaran Kasus KPK

​MAKLUMATNama Fuad Hasan Masyhur kini menjadi sorotan kembali setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khusus menteri, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex sebagai tersangka.

Namun, bagi kalangan jetset dan politisi, sosok Fuad bukanlah nama baru. Ia adalah pemain lama yang membangun imperium bisnis dari nol hingga ke lingkaran pusat kekuasaan. Lahir di Makassar pada 29 Juni 1959, Fuad mengawali kariernya sebagai pengusaha muda yang jeli melihat peluang.

Berikut Rekam Jejak Fuad Hasan Masyhur dari berbagai sumber:

1. Pelopor Haji “Kelas Sultan”

​Motivasi Fuad mendirikan PT Maktour pada akhir 1980-an tergolong unik. Ia kecewa dengan buruknya pelayanan biro haji yang ia gunakan saat itu. Bertekad mengubah standar layanan, Fuad menyulap Maktour menjadi biro perjalanan haji dan umrah paling eksklusif di Indonesia.

​Pelanggannya bukan orang sembarangan, yakni mulai dari jajaran menteri, pengusaha papan atas, hingga tokoh nasional. Maktour pun berkembang menjadi Maktour Group yang membawahi berbagai anak perusahaan lintas sektor.

2.Gurita Bisnis: Sawit Hingga Kayu Ekspor

​Kelihaian Fuad dalam berbisnis terbukti dengan ekspansinya ke sektor komoditas. Ia menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Kayu Meridian, eksportir kayu keras yang menguasai pasar Eropa dan Australia selama belasan tahun dengan omzet puluhan miliar per tahun.

Baca Juga  Wilayah Potensial, Partai Demokrat Optimis Menang di Dapil Jatim VII DPR RI

​Tak berhenti di sana, Fuad juga merambah sektor perkebunan sawit melalui PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR). Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022 dan berhasil meraup dana segar hingga Rp300 miliar. Ia juga mengendalikan PT Trinunggal Kharisma yang bergerak di bidang energi dan properti.

​3. Pengaruh Politik dan Koneksi Keluarga

​Di kancah politik, Fuad merupakan tokoh senior Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai Ketua DPP. Kekuatan jaringannya semakin solid dengan posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila.

​Namanya semakin sering menghiasi tajuk berita nasional setelah putrinya, Niena Kirana Riskyana, menikah dengan Dito Ariotedjo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora yang saat ini sedang proses cerai. Hubungan ini menempatkan Fuad di pusat lingkaran kekuasaan pemerintah saat itu.

​4. Menghadapi Badai Hukum

​Pencekalan oleh KPK dalam kasus kuota haji 2024 bukanlah persinggungan pertama Fuad dengan lembaga antirasuah. Pada Mei 2024, penyidik KPK sempat memeriksanya sebagai saksi terkait aliran dana dalam kasus korupsi mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kini, dengan status pencekalan Fuad Hasan Mashyur, kredibilitas imperium bisnis yang dibangun Fuad selama empat dekade sedang diuji. Publik menanti sejauh mana keterlibatan sang “Raja Haji” dalam skandal yang mengguncang Kementerian Agama tersebut.***

Baca Juga  Berapa Total Gaji DPR Usai Hapus dan Pangkas Sejumlah Tunjangan?
*) Penulis: R Giordano

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *