19.5 C
Malang
Rabu, Juli 24, 2024
KilasPutri Almarhum Kuswiyanto Wakaf Tanah Seluas 4,3 Hektar ke Muhammadiyah

Putri Almarhum Kuswiyanto Wakaf Tanah Seluas 4,3 Hektar ke Muhammadiyah

Penyerahan wakaf tanah keluarga almarhum Kuswiyanto ke Muhammadiyah

PUTRI almarhum Kuswiyanto mewakafkan tanah seluas 43.289 meter persegi kepada Persyarikatan Muhammadiyah Jawa Timur, Jum’at (30/5/2024) kemarin. Tanah wakaf tersebut berlokasi di Dusun Pandansari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan wakaf tanah sekitar 5 Hektare berupa perkebunan ini dilakukan langsung oleh kedua putri almarhum Kuswiyanto dan almarhumah Fitrijah Hidajati, yakni dr Ullaa Hanifah, putri pertama, dan Nur Arifah Ardianti, putri kedua.

Keduanya hadir di kantor PWM Jatim Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya ditemani keluarga dari ibu almarhumah Fitrijah Hidajati.

Ullaa mengakui, dirinya dan adiknya dididik, dibesarkan dan ditanamkan sejak kecil oleh kedua orang tuanya bahwa mereka merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.

“Kita ini besar di Muhammadiyah sehingga kita menganggap bahwa Muhammadiyah itu sudah kayak darah daging kita. Sudah mendarah daging begitu,” katanya, Jum’at (31/5/2024)

“Ayah pun menjelaskan bahwa besar dari Muhammadiyah. Ibu juga besar dari Muhammadiyah. Sehingga kita merasa bahwa apa yang sudah kita dapat ini tidak ada apa-apanya tanpa Muhammadiyah,” imbuhnya.

Ia mengaku sangat bersyukur bisa memberikan kebermanfaatan yang lebih besar nantinya kepada Muhammadiyah dengan wakaf tanah tersebut. “Dan pastinya nanti ini akan diteruskan untuk umat banyak,” jelasnya.

Ulla menuturkan wakaf tanah kepada Persyarikatan Muhammadiyah tersebut sudah ada niat dari awal, yakni sejak kebun ini terbeli.

“Ayah dan ibu sudah menanamkan kepada kita bahwa kebun tersebut bukan milik kalian, karena ini akan diwakafkan. Ayah pun sudah berpesan bahwa nantinya kebun ini akan diwakafkan untuk Muhammadiyah,” terangnya.

Ia berharap perkebunan tersebut segera bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebermanfaatan umat. Namun untuk peruntukan tanah wakaf tersebut, Ulla mempercayakan sepenuhnya kepada Muhammadiyah.

Sebab, Muhammadiyah diyakini lebih tau pemanfaatan tanah wakaf itu, terutama untuk kebutuhan umat itu seperti apa?

“Jadi kita berpasrah. Kalau dulu Ayah memang punya angan-angan tanah itu bisa dibuat sekolah atau pondok pesantren. Atau untuk memberdayakan orang banyak. Bisa menghidupi orang sekitar karena itu perkebunan. Tapi kita yang penting itu bermanfaat untuk umat,” tegasnya.

Niat baik kedua putri almarhum Kuswiyanto untuk mewakafkan tanah perkebunan tersebut disambut baik oleh pimpinan Persyarikatan Jatim. Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Prof Biyanto bersama wakil ketua Prof Thohir Luth, Syamsuddin, dan Hidayatur Rahman menerima wakaf tanah tersebut.

Penerimaan wakaf juga disaksikan Ketua Majelis Wakaf Kehartabendaan (MWK) PWM Jatim Budi Pahlawan maupun Ketua Lazismu Jatim Imam Hambali.

Prof Biyanto mewakili Persyarikatan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan putri almarhum Kuswiyanto yang telah mewakafkan tanah perkebunan miliknya kepada Persyarikatan Muhammadiyah.

“Terimakasih kasih atas kepercayaannya. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah bagi almarhum Kuswiyanto dan juga almarhumah Bu Fitri,” doanya.

Ia pun berharap hubungan antara Persyarikatan Muhammadiyah dengan keluarga almarhum Kuswiyanto, yakni Ullaa dan adiknya selalu terjalin baik.

“Sekali lagi terima kasih, semoga silaturahmi ini tetap terjalin baik,” tandasnya.

Reporter: Ubay NA 

Editor: Aan Hariyanto

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer