MAKLUMAT – Kader-kader Muhammadiyah yang masih jomblo mendapatkan atensi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) dan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi di SMK Muhammadiyah 5 Srono pada Ahad (23/8/2026). Buktinya, salah satu rekomendasi yang disampaikan oleh Komisi C adalah membentuk biro jodoh untuk kader Muhammadiyah.
“Membentuk biro jodoh untuk kader Muhammadiyah menjadi salah satu rekomendasi rapat Komisi C, selain rekomendasi kader dari Ortom bisa diakui oleh Muhammadiyah,” ungkap H. Farid Wajdi, juru bicara Komisi C saat membacakan rekomendasi di akhir rapim.
Rapim dan rakerpim dibuka sekaligus dipandu oleh Ketua PDM Banyuwangi Dr. H. Mukhlis Lahudin. Rapat diikuti oleh 13 anggota PDM, majelis dan lembaga unsur pembantu pimpinan daerah, ketua dan sekretaris PCM se-Banyuwangi, serta organisasi otonom (Ortom) setingkat daerah.
“Rakerpim adalah amanah organisasi yang harus kita laksanakan. Mengingat ada sisa waktu 16 bulan ke depan, maka periode ini harus menuntaskan capaian kinerja dan program kerja yang akan kita laksanakan berikutnya dari 64 bulan masa kerja yang sudah dilalui,” terang Mukhlis.
Ada dua agenda yang menjadi fokus pembahasan rapim dan rakerpim. Pertama, laporan capaian kinerja tahun 2025 dari seluruh majelis beserta unsur di dalamnya. Agenda kedua adalah penyampaian program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Mukhlis menerangkan, peserta rapim dan rakerpim dibagi dalam tiga komisi. Komisi A terdiri atas ketua PCM, perwakilan majelis dalam struktur PDM, dan perwakilan ortom, yang akan membahas kebijakan organisasi hingga Musyda tahun 2027. Komisi B dengan peserta majelis lembaga unsur PDM, perwakilan ortom, dan perwakilan dari PCM, mendapat tugas pembahasan laporan capaian kinerja tahun 2025 dan rancangan program kerja yang akan dilaksanakan pada 2026 sampai dengan Musyda.
Nah, peserta Komisi C merupakan perwakilan dari majelis lembaga dalam struktur PDM, utusan dari PCM, dan ketua-ketua ortom di tingkat daerah. “Komisi C membahas usul, saran, dan rekomendasi kepada PDM secara internal maupun eksternal secara terukur hingga Musyda,” imbuh Ketua PDM.
Sekretaris PDM Banyuwangi Mufti Syafi’i, S.E. menambahkan, forum rapat kerja sekaligus menjadi satu dengan rapat pimpinan. Sebab, persyarikatan memberi syarat kepada pimpinan untuk setiap tahun melaporkan kinerja dan rancangan program.
“Tugas kita sebagai pimpinan daerah hendaknya setiap tahun harus menyampaikan kinerja dan program kerja kepada tanfidz dan unsur di bawahnya, maka rapat kerja ini sekaligus kita gabungkan dengan rapat pimpinan,” katanya.
Pada akhir rakerpim, PDM melalui masing-masing majelis menyimpulkan program kerja dan rekomendasi program untuk tahun berikutnya sampai habis masa periode dan Musyda tahun 2027. Di antaranya, laporan keuangan PDM terperinci dan transparan pada LPJ Musyda akan datang. Selain itu, optimalisasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah untuk meminimalisasi sengketa aset, kemudian meminta PDM memberi fasilitas linierisasi pendidikan bagi kader agar bisa menjadi karyawan AUM, dan fasilitas pendidikan tarjih.
PDM juga mengembangkan ranting dari 149 bertambah menjadi 160. Jumlah masjid bertambah dari 94 menjadi 105. Di bidang pendidikan, dari 43 sekolah baru 5 persen yang unggulan. Di bidang kesehatan tengah direncanakan pendirian klinik baru di empat cabang, yaitu Wongsorejo, Songgon, Singojuruh, dan Siliragung. Di bidang tabligh telah terlaksana program sekolah mubaligh, da’i digital, dan isyaroh bagi ustadz ustadzah TPA.
Menurut Syafi’i, perlu dioptimalkan peran data base aplikasi satuMu, MASA dan e-KTAM bagi warga persyarikatan di Banyuwangi. “Hal ini dapat menjadi daya dukung perkembangan warga dan administrasi pimpinan sampai saat Muktamar hingga Musyda di tahun 2027,” pungkasnya. (*)
Penulis: Irwan Suryanto













