MAKLUMAT — Rekam jejak Guruh Soekarnoputra di Jawa Timur tidak lepas dari perjalanan panjangnya sebagai anggota DPR RI. Putra bungsu Soekarno dan Fatmawati itu beberapa kali dipercaya mewakili daerah pemilihan di Jawa Timur, sebelum mengakhiri masa pengabdiannya sebagai legislator pada periode 2019–2024.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Kepergiannya meninggalkan catatan perjalanan di dunia politik sekaligus seni dan kebudayaan Indonesia.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan Guruh memiliki kontribusi yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan politik dan kebudayaan Indonesia. “Beliau adalah figur teladan yang tidak hanya melanjutkan api perjuangan Bung Karno di panggung politik, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat kebudayaan bangsa,” ujar Deni dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).
Pernah Mewakili Dua Dapil di Jawa Timur
Dalam perjalanan politiknya, Guruh tercatat beberapa kali menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur. Ia pernah mewakili Dapil Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, serta Kabupaten Tulungagung.
Profil resmi DPR mencatat Guruh terpilih dari Dapil Jawa Timur VI untuk periode 1999–2004 dan 2004–2009. Setelah itu, ia berpindah ke Dapil Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo untuk periode 2009–2014 dan 2014–2019.
Pada Pemilu 2019, Guruh kembali maju dari Dapil Jawa Timur VI. Ia kemudian tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan tersebut.
Perjalanan tersebut membuat Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penting dalam kiprah politik Guruh Soekarnoputra selama lebih dari dua dekade.
Kiprah Politik dan Pengabdian
Deni Wicaksono mengatakan perjalanan Guruh di parlemen menjadi bagian dari pengabdian panjang kepada masyarakat. Kiprah politik tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas sosial dan perhatiannya terhadap seni serta kebudayaan.
“Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya yang memiliki komitmen utuh terhadap cita-cita kebangsaan. Pengabdian beliau selama bertahun-tahun di DPR RI dan berbagai kegiatan sosial menjadi bukti nyata dedikasinya untuk masyarakat,” kata Deni.
Deni yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur menilai perjalanan Guruh menunjukkan perpaduan antara aktivitas politik dan kepedulian terhadap kebudayaan.
Rekam Jejak Guruh Soekarnoputra di Dunia Seni
Di luar politik, Guruh Soekarnoputra dikenal luas sebagai seniman. Ia mengembangkan bakatnya sejak usia muda melalui musik, tari, koreografi, dan seni pertunjukan.
Guruh mendirikan Swara Maharddhika dan GSP Production sebagai wadah pengembangan seni pertunjukan. Ia juga terlibat dalam proyek musik eksperimental Guruh Gipsy bersama kelompok musik Gipsy yang antara lain melibatkan Chrisye.
Sejumlah karya yang dikenal dari Guruh antara lain album Guruh Gipsy (1976), Zamrud Khatulistiwa, Renjana, dan Melati Suci. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan seni Guruh yang banyak mengangkat unsur budaya Indonesia.
Deni mengatakan karya seni Guruh akan menjadi bagian dari warisan kebudayaan Indonesia.
“Karya-karya seni beliau adalah warisan abadi yang memperkaya khazanah budaya Nusantara dan menginspirasi lintas generasi. Semangat dan dedikasi beliau dalam menjaga jiwa seni Indonesia akan selalu hidup dalam ingatan kita semua,” tutur Deni.
PDIP Jatim Kenang Guruh Soekarnoputra
Wafatnya Guruh juga mendapat penghormatan dari jajaran PDI Perjuangan Jawa Timur. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana mengajak seluruh kader mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang.
“Seluruh kader mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghargaan dan duka cita yang mendalam,” kata Renny, yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menginstruksikan seluruh jajaran partai, mulai DPP, DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan kepada Guruh.
Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan putra bungsu Soekarno dan Fatmawati sekaligus adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Dengan perjalanan politiknya di sejumlah daerah pemilihan Jawa Timur serta kiprahnya di bidang seni dan budaya, Guruh Soekarnoputra meninggalkan jejak panjang dalam kehidupan politik dan kebudayaan Indonesia.












