MAKLUMAT — Kabar duka datang dari dunia pemeriksaan keuangan negara. Haerul Saleh, anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2022–2027, dikabarkan meninggal dunia, Jumat (8/5/2026), akibat insiden kebakaran yang melanda rumah pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa. Kepergiannya meninggalkan rekam jejak pengabdian yang panjang di bidang politik, legislasi, hingga pengawasan keuangan negara.
Lahir pada 12 Agustus 1981, Haerul Saleh dikenal sebagai figur yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidang ekonomi politik dan tata kelola pemerintahan. Sebelum menjabat di Badan Pemeriksa Keuangan, ia merupakan politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan pernah duduk sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional.
Pada 2022, Haerul dipercaya menjadi Anggota IV BPK RI. Dalam posisi tersebut, ia memegang mandat strategis untuk memimpin pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di sektor-sektor vital yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas.
Bidang pemeriksaannya mencakup audit pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pangan Nasional, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Badan Karantina Indonesia, serta Kementerian Kehutanan beserta lembaga terkait di bawah koordinasinya.
Tak hanya itu, Haerul juga memiliki kewenangan dalam memberikan pengarahan pemeriksaan investigatif sesuai bidang pemeriksaannya, terutama yang berkaitan dengan tata kelola pangan nasional, pengelolaan sumber daya alam, infrastruktur, dan karantina. Peran ini menempatkannya pada posisi penting dalam memastikan akuntabilitas anggaran negara berjalan sesuai prinsip transparansi dan kepentingan publik.
Secara akademik, Haerul menempuh pendidikan hukum di Universitas Satria Makassar dan melengkapi kapasitas profesionalnya dengan berbagai sertifikasi, di antaranya CRA, CRP, dan CSFA. Kombinasi pengalaman politik, pemahaman hukum, serta kompetensi audit menjadikannya salah satu figur penting dalam lanskap pengawasan keuangan negara.
Kepergian Haerul Saleh bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan kolega, tetapi juga bagi ikhtiar panjang membangun tata kelola keuangan negara yang lebih akuntabel.














