Revitalisasi Sekolah Cirebon Naik, 190 Sekolah Jadi Sasaran 2026

revitalisasi sekolah cirebon

MAKLUMAT — Sasaran revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meningkat lebih dari tiga kali lipat pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan program revitalisasi untuk 190 sekolah dengan total anggaran Rp114,4 miliar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung progres revitalisasi SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (28/9/2026).

Program revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama pada sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Pada 2025, program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Cirebon menyasar 59 sekolah dengan total anggaran Rp63,1 miliar. Jumlah sasaran pada 2026 meningkat menjadi 190 sekolah, dengan anggaran mencapai Rp114,4 miliar.

Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Capai 40 Persen

SDN 1 Kedungjaya mendapat bantuan revitalisasi sebesar Rp1,8 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun dan memperbaiki 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, serta sembilan toilet.

Hingga peninjauan dilakukan, progres pembangunan mencapai sekitar 40 persen. Pekerjaan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi SDN 1 Kedungjaya diperlukan setelah penggabungan dua sekolah menjadi satu satuan pendidikan.

“Ini adalah penggabungan dari dua SD yang di-merger, yang mudah-mudahan dengan revitalisasi ini sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi,” kata Abdul Mu’ti.

Baca Juga  Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan Galeri Kejuruan, Dorong Inovasi dan Kemitraan Industri

Menurut dia, pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kepala sekolah, masyarakat sekitar, dan Panitia Pembangunan Sekolah.

Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa dipindahkan sementara ke gedung serbaguna desa dan madrasah.

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Rusak Berat

Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah menerapkan penanganan revitalisasi secara bertahap dengan memprioritaskan sekolah yang mengalami kerusakan berat.

“Kita tetap memprioritaskan sekolah yang rusak berat,” ujarnya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani kebutuhan sarana pendidikan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi masing-masing sekolah.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan revitalisasi SDN 1 Kedungjaya merupakan bagian dari penanganan sarana pendidikan di Kabupaten Cirebon.

“Mendikdasmen datang ke SD Kedungjaya untuk melihat langsung masalah rehabilitasi sekolah kita, termasuk 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, dan sembilan toilet,” kata Imron.

Sekolah Harap Pembangunan Selesai Tepat Waktu

Kepala SDN 1 Kedungjaya Lilis Mariyam mengapresiasi bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Menurut Lilis, program tersebut membantu sekolah menyediakan sarana pembelajaran yang lebih aman, nyaman, dan representatif setelah penggabungan dua sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan revitalisasi ini. Program ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi sekolah kami untuk menyediakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik dan para guru,” ujarnya.

Baca Juga  Apresiasi Kenaikan Gaji Guru, Komisi X DPR Siap Kawal Kebijakan

Lilis juga mengapresiasi pelaksanaan pembangunan secara swakelola karena melibatkan sekolah, masyarakat sekitar, dan Panitia Pembangunan Sekolah.

“Kami berharap pembangunan dapat berjalan dengan lancar, sesuai ketentuan, dan selesai tepat waktu sehingga sarana yang dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” katanya.***