142 Sekolah di Jember Direvitalisasi Rp101 Miliar, Ruang Kelas Baru hingga Toilet Layak

Revitalisasi Sekolah Jember

MAKLUMAT — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menghadirkan perubahan nyata di sejumlah sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026). Ruang kelas yang sebelumnya rusak, kekurangan fasilitas, hingga sanitasi tidak layak kini diperbaiki, membuat proses belajar lebih aman, sehat, dan kondusif.

Perbaikan infrastruktur ini tidak hanya menyasar ruang belajar, tetapi juga toilet, UKS, serta fasilitas pendukung lain yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak sekolah.

Di Jember, manfaat program dirasakan luas oleh sekolah penerima bantuan yang sebelumnya menghadapi berbagai persoalan mulai dari kekurangan ruang kelas, bangunan rusak berat, hingga keterbatasan sanitasi.

Sekolah Bebas Banjir, Kelas Kembali Normal

Kepala SMP Negeri 1 Balung, Mohammad Rokhim, mengatakan sebelum revitalisasi sekolahnya kerap terdampak banjir karena berada dekat area persawahan.

Melalui program rehabilitasi, lantai ruang kelas ditinggikan sekitar 25 cm dan tembok dinaikkan 70–100 cm sehingga kini sekolah tidak lagi terendam saat hujan. “Anak-anak senang belajar di tempat baru yang lebih bersih, tinggi, dan sejuk. Suasana pembelajaran menjadi sangat kondusif,” ujarnya.

Sekolah tersebut sebelumnya hanya memiliki 20 ruang kelas untuk 24 rombongan belajar sehingga beberapa ruangan lain terpaksa dialihfungsikan menjadi kelas. Setelah mendapatkan ruang baru, seluruh ruang dapat kembali digunakan sesuai fungsi.

Baca Juga  Menteri Perdagangan Buka Job Fair SMK Mutia Ngoro, Dorong Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

Tambahan dua unit toilet baru serta rehabilitasi satu toilet lama juga mengatasi kekurangan sanitasi. “Sebelumnya anak-anak kekurangan toilet dan air. Sekarang semuanya tercukupi,” kata Rokhim.

Dari Atap Bocor hingga Sanitasi Minim

Kondisi serupa sebelumnya dialami SMP Negeri 1 Sumberjambe. Kepala sekolah Maryanto menjelaskan sejak berdiri pada 1983, sekolah tersebut lama tidak mendapat perbaikan signifikan.

Dengan 18 rombongan belajar, kekurangan ruang kelas membuat laboratorium IPA, ruang multimedia, dan ruang OSIS digunakan sebagai kelas. Bahkan beberapa siswa sempat dipindahkan ke musala karena atap ruang belajar bocor dan membahayakan.

Masalah sanitasi juga serius. Sekolah hanya memiliki dua toilet, satu di antaranya rusak berat sehingga sebagian siswa memilih ke sungai.

Melalui revitalisasi senilai Rp1,9 miliar, sekolah kini memiliki ruang kelas baru yang lebih kokoh serta toilet memadai yang dilengkapi fasilitas ramah difabel.

“Baru sekarang kita memiliki toilet yang sangat memadai. Kebiasaan ke sungai sudah berubah. Anak-anak sangat bahagia,” ujarnya.

SD Kini Miliki UKS dan Bangunan Lebih Kuat

Kepala SD Negeri Sukorejo 02, Ririn Husniyah, menyebut sebelumnya sejumlah bangunan sekolah mulai keropos, terutama bagian rangka atap dan tembok.

Baca Juga  Jam Operasional Ditata, Pembeli Pasar Tanjung Jember Naik 60 Persen

Program revitalisasi menghadirkan rehabilitasi tiga ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, serta pembangunan UKS yang sebelumnya tidak tersedia.

Sebelum ada UKS, siswa sakit harus beristirahat di perpustakaan atau ruang guru.

“Sekolah kami jadi bagus, dicat ulang, bangunan diperbaiki, dan insyaallah semakin kuat,” kata Ririn.

Ia juga menilai mekanisme swakelola berjalan baik karena sekolah terlibat langsung dalam proses pembangunan.

142 Sekolah Direvitalisasi, Anggaran Rp101 Miliar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan langsung hasil revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Jember.

Total terdapat 142 satuan pendidikan yang direvitalisasi dengan anggaran Rp101 miliar, terdiri dari 6 PAUD, 74 SD, 44 SMP, dan 18 SMA.

“Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Jember terlaksana dengan sukses dan selesai 100 persen,” ujarnya saat peresmian di SMP Negeri 1 Balung.

Ia menegaskan pembaruan fasilitas harus diikuti pembaruan semangat belajar.

“Kalau ruang kelasnya baru, semangatnya harus baru,” pesannya.

Program revitalisasi ini diharapkan memperkuat kualitas layanan pendidikan di daerah dengan menyediakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan layak bagi siswa.***