MAKLUMAT – Jika berkunjung ke Jember, jangan lewatkan kawasan Street Food Kartini. Turun dari kereta di Stasiun Jember, lalu berjalan santai menuju Alun-Alun sambil menikmati jajanan khas, pertunjukan seni, dan suasana kota yang ramah bagi pejalan kaki.
Ya, itulah pengalaman baru yang ingin dihadirkan Pemerintah Kabupaten Jember. Street Food Kartini diproyeksikan menjadi ikon wisata perkotaan. Bukan hanya sebagai pusat kuliner, melainkan ruang publik terpadu yang menghubungkan Stasiun Jember dengan alun-alun melalui jalur pedestrian.
Dengan konsep itu, pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri koridor kota, menikmati deretan kuliner UMKM, ruang terbuka yang lebih tertata, hingga berbagai pertunjukan seni yang akan digelar secara berkala.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, Street Food Kartini dirancang menjadi simpul aktivitas ekonomi, pariwisata, dan interaksi masyarakat dalam satu kawasan. Menurutnya, wajah baru pusat kota itu diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan perkotaan sekaligus memperkuat sektor UMKM.
”Ini akan menjadi pusat keramaian baru yang memadukan sentra kuliner, spot foto, hingga panggung hiburan berkala untuk kesenian lokal,” kata Fawait, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, konsep kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ruang kota yang nyaman untuk dijelajahi. Wisatawan yang datang menggunakan kereta api dapat langsung menikmati suasana pusat Kota Jember tanpa harus menggunakan kendaraan.
Selain menata kawasan, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyiapkan gerobak usaha dengan desain seragam bagi para pedagang. Penyeragaman itu dilakukan agar kawasan memiliki identitas visual yang rapi sekaligus memberikan kesan modern sebagai destinasi wisata perkotaan.
Pemerintah juga akan mengelola keamanan, kebersihan, dan lalu lintas secara terpadu sehingga kawasan tetap nyaman bagi pengunjung maupun pelaku usaha.
Fawait memastikan bahwa penataan tersebut tetap mengakomodasi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Penataan dilakukan untuk meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
”Semua terintegrasi. Ini satu kesatuan destinasi wisata kota yang mandiri dan terpadu,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jember Arif Liyantono mengatakan, pembangunan kawasan juga memperhatikan aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. Mengingat lokasi proyek berada di sekitar rumah ibadah, pekerjaan konstruksi disesuaikan dengan jadwal kegiatan gereja.
”Kami berkomitmen pembangunan ini tidak hanya berhasil secara fisik, tetapi juga tetap menghormati aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat sekitar. Karena itu jadwal pekerjaan selalu disesuaikan dengan kegiatan gereja,” kata Arif.
Street Food Kartini merupakan bagian dari penataan kawasan pusat Kota Jember yang mencakup Jalan RA Kartini, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Diponegoro. Kawasan itu diproyeksikan menjadi penghubung antardestinasi kota sekaligus memperkuat citra Jember sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki, wisatawan, dan pelaku UMKM.
Dengan konsep tersebut, Street Food Kartini bukan sekadar tempat menikmati kuliner. Kawasan itu diharapkan menjadi ruang publik baru tempat warga berkumpul, wisatawan menikmati suasana kota, serta pelaku UMKM mengembangkan usahanya. Ketika berkunjung ke Jember, kawasan ini layak menjadi salah satu destinasi pertama yang dijelajahi. (*)














