MAKLUMAT – Bupati Jember Muhammad Fawait mulai mengubah pola perjalanan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Nankai Indonesia di Kecamatan Silo, dia bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah memilih berangkat menggunakan satu kendaraan minibus.
Langkah tersebut menjadi penanda upaya pemerintah daerah menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengefisienkan biaya operasional perjalanan dinas.
Biasanya, kunjungan kerja pejabat daerah dilakukan dengan kendaraan dinas masing-masing. Namun, dalam kunjungan kali ini, rombongan pejabat Pemkab Jember berangkat bersama menggunakan satu kendaraan jenis Hiace.
Menurut bupati yang karib disapa Gus Fawait itu, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan efisiensi energi yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Kalau satu kendaraan cukup, tidak perlu banyak mobil. Pemerintah harus memberi contoh kepada masyarakat bahwa efisiensi bisa dimulai dari kebiasaan kerja kita sendiri,” kata Gus Fawait di sela kunjungan pada Sabtu (14/3/2026) sore.
Dia menilai kondisi global yang tidak menentu, termasuk fluktuasi harga energi dunia, menuntut pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan sumber daya, termasuk konsumsi BBM.
Selain menyoroti efisiensi energi, kunjungan kerja tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat langsung aktivitas industri di PT Nankai Indonesia. Itu adalah perusahaan Penanaman Modal Asing asal Jepang yang beroperasi di wilayah Kecamatan Silo.
Pemerintah Kabupaten Jember mencatat, perusahaan tersebut telah menanamkan investasi sekitar 10 juta dolar AS atau lebih dari Rp150 miliar di daerah itu. Saat ini perusahaan mempekerjakan sekitar 250 tenaga kerja, sebagian besar berasal dari masyarakat lokal.
Gus Fawait mengatakan, keberadaan investasi industri seperti itu penting bagi perekonomian daerah. Sebab, dapat membuka lapangan kerja dan memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.
“Investasi menjadi salah satu faktor penting untuk menggerakkan ekonomi daerah dan mengurangi angka kemiskinan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih jelas dan kondusif,” ujarnya.
Dia menambahkan pemerintah daerah sedang mendorong percepatan penyelesaian regulasi tata ruang agar memberikan kepastian bagi dunia usaha yang ingin berinvestasi di Jember.
Di sisi lain, Gus Fawait juga membuka kemungkinan penerapan kembali pola kerja jarak jauh atau work from home secara terbatas di lingkungan pemerintahan daerah. Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi mobilitas yang tidak diperlukan.
Pengalaman penerapan sistem kerja jarak jauh saat pandemi COVID-19, menurut dia, menunjukkan bahwa sebagian pekerjaan administrasi pemerintahan tetap dapat dilakukan dengan dukungan teknologi.
“Kita sudah punya pengalaman. Dengan teknologi yang ada, beberapa pekerjaan bisa dilakukan lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Melalui kebijakan efisiensi perjalanan dinas tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap pola kerja birokrasi dapat menjadi lebih hemat. Sekaligus memberi contoh pengelolaan energi yang lebih bertanggung jawab di tengah ketidakpastian ekonomi global. (SPT)













