Haedar Nashir Resmikan Gedung KRIS RSI Banjarmasin, Dibangun Mandiri Tanpa Pinjaman Bank

Peresmian RSI Banjarmasin

MAKLUMAT — Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarmasin resmi mengoperasikan gedung baru dua lantai berkapasitas 20 Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) yang dibangun secara mandiri tanpa pembiayaan perbankan. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang meresmikan fasilitas itu saat kunjungan kerjanya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (24/7/2026).

Haedar menyebut pembangunan gedung KRIS secara swakelola menjadi bukti kuat bahwa RSI Banjarmasin memiliki tata kelola organisasi dan manajemen keuangan yang sehat.

“Semangat kemandirian ini lahir dari manajemen rumah sakit yang baik, termasuk pengelolaan keuangan hingga memiliki cadangan kas (saving). Ini harus menjadi tradisi yang kuat di Persyarikatan,” ujar Haedar.

Menurutnya, kemampuan membangun fasilitas kesehatan tanpa bergantung pada pinjaman merupakan contoh pengelolaan amal usaha Muhammadiyah yang layak menjadi inspirasi bagi rumah sakit Muhammadiyah lainnya.

RSI Banjarmasin Siapkan Ekspansi Gedung Lima Lantai

Direktur RSI Banjarmasin, drg. Eva Ariyani, menjelaskan pembangunan gedung KRIS dimulai pada Mei 2025 dan selesai pada Juli 2026. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara swakelola dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM).

Setelah menyelesaikan tahap pertama, RSI Banjarmasin bersiap memasuki tahap kedua berupa pembangunan gedung lima lantai yang akan memperluas kapasitas layanan kesehatan.

Baca Juga  Prof Achmad Nurmandi Resmi Jabat Rektor UMY

Gedung baru tersebut dirancang untuk menghadirkan berbagai fasilitas strategis, antara lain: Ruang Bedah Sentral; Intensive Cardiac Care Unit (ICCU); dan berbagai fasilitas penunjang medis modern.

  • Berbeda dengan pembangunan tahap pertama, proyek tahap kedua direncanakan menggunakan dukungan pembiayaan perbankan setelah melalui pertimbangan bersama PP Muhammadiyah.

“Ke depan, kami akan mengembangkan fisik rumah sakit ini secara bertahap hingga enam fase. Tahap kedua ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” kata Eva.

Menanggapi rencana tersebut, Haedar memastikan PP Muhammadiyah mendukung pengembangan RSI Banjarmasin selama kondisi keuangan rumah sakit tetap sehat.

“Tentu kami dukung. Yang terpenting ada kemampuan menjaga cash flow. Saya percaya karena rumah sakit ini sudah terbukti mandiri,” ujarnya.

Diproyeksikan Menjadi Rumah Sakit Pendidikan

Pengembangan RSI Banjarmasin juga diarahkan untuk mendukung penguatan pendidikan tinggi Muhammadiyah. Eva mengatakan rumah sakit ini dipersiapkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang tengah mengembangkan Fakultas Kedokteran.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit pendidikan akan memperkuat kualitas pembelajaran mahasiswa sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Harapannya, RSI Banjarmasin dapat mendukung pengembangan pendidikan kedokteran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Spirit 'One Stop Solution' untuk Umat, Haedar Nashir Resmikan Masjid Al-Musannif Tabligh Institute

Mentari Mart Didorong Menjadi Pusat UMKM Muhammadiyah

Dalam rangkaian agenda yang sama, PP Muhammadiyah juga meresmikan gerai Mentari Mart kelima.

Haedar mengatakan Mentari Mart tidak hanya berfungsi sebagai toko ritel modern, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi warga Muhammadiyah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Mentari Mart kita harapkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi sekaligus wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya,” katanya.

Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengungkapkan pengembangan jaringan Mentari Mart akan terus diperluas di berbagai daerah yang memiliki aset strategis milik Muhammadiyah.

Menurutnya, gerai di Banjarmasin merupakan yang kelima setelah Jawa Timur, Sulawesi, dan Riau. Dalam waktu dekat, Muhammadiyah menargetkan pembukaan gerai baru di Jember, Jambi, dan Palembang. Sementara Sumatra Utara, Magetan, dan Madiun masih berada pada tahap survei.

UMBJM Genap 30 Tahun, Haedar Tekankan Budaya Keunggulan

Kunjungan PP Muhammadiyah ke Kalimantan Selatan juga diwarnai peletakan batu pertama pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran UMBJM serta Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin memperingati Milad ke-30.

Rektor UMBJM, Khudzaifah Dimyati, menjelaskan perjalanan kampus yang berawal dari Akademi Perawat pada 1996, berkembang menjadi STIKES pada 2003, hingga resmi bertransformasi menjadi universitas pada 2015.

Baca Juga  Muhammadiyah Rencanakan Museum untuk Dokumentasikan Penderitaan Rakyat Palestina

UMBJM kini terus memperluas layanan pendidikan dengan membuka lima program studi baru, yakni Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, dan D3 Bahasa Inggris.

Dalam pidatonya, Haedar mengingatkan bahwa milad bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum melakukan evaluasi sekaligus menyusun proyeksi masa depan.

“Mari jadikan milad ini sebagai momentum muhasabah dan melihat proyeksi ke depan. Kata kuncinya adalah membangun keunggulan,” tegasnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, Ridhahani Fidzi, menambahkan kesiapan menghadapi disrupsi teknologi, inovasi, dan komitmen seluruh sivitas akademika menjadi modal penting bagi UMBJM untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.***