MAKLUMAT – Nama Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kembali dikenang setelah kepergiannya pada Ahad (31/5/2026).
Di antara banyak operasi militer yang pernah dijalaninya, ada satu kisah yang hingga kini masih menjadi legenda di kalangan prajurit TNI: keberaniannya mendatangi markas Khmer Merah tanpa membawa senjata saat bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kamboja.
Kala itu, Ryamizard yang masih berpangkat letnan kolonel dipercaya memimpin Kontingen Garuda XII-B dalam misi United Nations Transitional Authority in Cambodia (UNTAC) pada 1992. Pasukan Indonesia ditempatkan di Kampong Thom, salah satu wilayah yang menjadi basis kelompok Khmer Merah pascaperang saudara Kamboja.
Situasi saat itu jauh dari kata aman. Kelompok Khmer Merah dikenal sebagai faksi bersenjata yang keras dan sulit diajak berkompromi. Namun Ryamizard memilih jalan berbeda. Dia mengedepankan keberanian sekaligus pendekatan persuasif untuk meredakan konflik.
Keberhasilan misi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah pasukan perdamaian Indonesia di luar negeri. Nama Ryamizard pun semakin dikenal sebagai komandan lapangan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata, tetapi juga diplomasi dan kepemimpinan.
Pengalaman itu kembali dikenang Ryamizard saat meresmikan relokasi Tugu Persahabatan Indonesia-Kamboja di Kampong Thom pada Juli 2019.
Di hadapan pejabat tinggi kedua negara, Ryamizard mengaku memiliki ikatan emosional dengan daerah tersebut. Baginya, Kampong Thom bukan sekadar lokasi penugasan, melainkan saksi perjalanan penting dalam karier militernya.
“Wilayah yang dahulu dilanda konflik kini telah berubah menjadi kawasan yang maju, modern, dan damai,” ujar Ryamizard saat itu.
Tugu Persahabatan Indonesia-Kamboja sendiri pertama kali dibangun pada 1993 sebagai simbol keberhasilan misi perdamaian dan hubungan erat kedua negara. Relokasi tugu dilakukan bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kamboja.
Ryamizard menegaskan, Indonesia dan Kamboja memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang aktif mendukung proses perdamaian dan pembangunan Kamboja pascakonflik.
Menurut dia, Kamboja merupakan mitra strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara. Karena itu, hubungan baik kedua negara harus terus dirawat oleh generasi penerus.
“Persahabatan kedua bangsa ini harus tetap lestari dan menjadi bagian dari upaya menjaga perdamaian kawasan,” katanya.
Peresmian relokasi Tugu Persahabatan Indonesia-Kamboja saat itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi Kerajaan Kamboja, antara lain Jenderal Chieng Am yang mewakili Menteri Pertahanan Nasional Kamboja, Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja Jenderal Vong Pisen, Gubernur Kampong Thom Sok Lou, serta Duta Besar RI untuk Kamboja Sudirman Haseng.
Kini Ryamizard telah berpulang. Namun jejak pengabdiannya di Kamboja tetap dikenang sebagai salah satu kisah keberanian prajurit Indonesia di panggung internasional. Dari Kampong Thom, nama Ryamizard Ryacudu tercatat sebagai bagian dari sejarah perdamaian dunia yang melibatkan Merah Putih.***












