MAKLUMAT — Wakil Ketua PWM Jatim, Dr Muhammad Sholihin Fanani menantang kader-kader IMM UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) agar mampu menjadi pusat keilmuan, keagamaan, dan peradaban.
Pria yang juga pembina FOKAL IMM UINSA itu menilai atmosfer keilmuan harus dibangun kuat di kalangan mahasiswa. Menurutnya, identitas kemahasiswaan dipertanyakan jika tidak ditopang kapasitas ilmu.
“Tidak bisa tiba-tiba menjadi ilmuwan tanpa latihan,” ujarnya pria yang akrab disapa Abah Shol tersebut dalam acara Halal Bihalal FOKAL IMM UINSA di Lucky’s Cafe Surabaya, Ahad (29/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa penguatan keilmuan dapat dilakukan melalui budaya menulis, riset, membaca, dan diskusi. Kegiatan seperti seminar dan kajian juga akan membentuk disiplin intelektual kader.
Abah Shol juga menegaskan proses tersebut harus dilatih secara konsisten. Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan aspek keagamaan. Kader IMM harus memperdalam ilmu agama sekaligus berlatih menjadi pendakwah di kampus dan masyarakat.
Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan posisi kader sebagai bagian dari umat dan bangsa. Ia mendorong kader agar mampu berdiaspora dan memberi kontribusi keagamaan di berbagai ruang.
Ia menambahkan, perpaduan keunggulan keilmuan dan keagamaan akan melahirkan pusat peradaban. Dari situ, diharapkan lahir generasi IMM yang membawa nilai unggul di manapun berada.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara alumni dan kader. Kolaborasi tersebut dinilai mampu saling memenuhi kebutuhan dan membuka peluang pengembangan diri.
“Harus ada sinergi antara alumni dan adik-adik IMM,” tegasnya. Ia menilai koordinasi yang baik akan memperkuat distribusi kader di berbagai bidang.
Ia pun berharap kader IMM UINSA mampu mempersiapkan diri dan membaca peluang ke depan. Dengan begitu, sinergi yang terbangun dapat memberi manfaat bersama.














