MAKLUMAT— Siapa pun boleh maju menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU, 27–30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan seluruh kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri, sementara Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak akan mencampuri proses pemilihan.
Gus Ipul yang juga Menteri Sosial ini memastikan Muktamar ke-35 NU akan berlangsung secara terbuka dan demokratis. Panitia saat ini masih mematangkan seluruh persiapan agar forum lima tahunan organisasi tersebut berjalan lancar. NU memiliki banyak kader yang layak memimpin organisasi, sehingga tidak ada pembatasan bagi siapa pun yang ingin maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
“Siapapun boleh maju, siapapun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang,” kata Gus Ipul dikutip, Kamis (16/7/2026).
Ia juga memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan melakukan intervensi dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Seluruh keputusan akan ditentukan oleh para muktamirin melalui mekanisme organisasi yang berlaku di NU.
“Presiden memberikan kepercayaan kepada muktamirin untuk bermusyawarah sesuai tradisi NU,” tegasnya.
Gus Ipul juga menyebut sejumlah nama yang belakangan ramai diperbincangkan sebagai calon Ketua Umum PBNU. Selain petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), terdapat KH Zulfa Mustofa, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) selaku Ketua PWNU Jawa Timur, hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh kader memiliki kesempatan yang sama untuk maju selama memenuhi ketentuan organisasi. Panitia Muktamar kini lebih memprioritaskan kesiapan teknis penyelenggaraan agar seluruh tahapan berjalan lancar.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dan akan menjadi forum tertinggi untuk memilih kepemimpinan PBNU periode 2026–2031.













