Tani Merdeka Aceh Tamiang Dorong Sumur Minyak Rakyat Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Tani Merdeka Aceh Tamiang dorong sumur minyak rakyat jadi penggerak ekonomi lokal. (Foto: Dok. Rizki/ IST)

MAKLUMAT — Kabupaten Aceh Tamiang memiliki sejarah panjang dengan aktivitas pertambangan minyak. Potensi sumber daya minyak yang telah dikenal sejak masa lalu itu dinilai masih memiliki peluang untuk dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Di tengah upaya memperkuat perekonomian masyarakat kecil, keberadaan sumur minyak rakyat dinilai dapat menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi, terutama jika pengelolaannya dilakukan secara legal, aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar wilayah produksi.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Aceh Tamiang, M Prawira Haji SPsi. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang dimiliki Aceh Tamiang semestinya dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini menggantungkan kehidupan dari sektor ekonomi kerakyatan.

“Aceh Tamiang memiliki sejarah panjang dengan potensi minyak. Karena itu, kita berharap potensi tersebut dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id pada Jumat (25/9/2026).

“Sumur minyak rakyat jangan hanya dilihat dari sisi produksi minyak, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi masyarakat kecil, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambung Prawira Haji.

Baca Juga  Amien Rais Kritik Prabowo: SDA Indonesia Terus Diangkut ke Luar Negeri

Ia menegaskan, pengembangan sumur minyak rakyat perlu ditempatkan dalam kerangka pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Dengan tata kelola yang jelas, ia menilai bahwa masyarakat di sekitar wilayah produksi dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat secara produktif dalam aktivitas ekonomi tersebut.

Menurut Prawira, pengelolaan sumur minyak juga harus memperhatikan keselamatan kerja, lingkungan hidup, kepastian hukum, serta transparansi agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

“Yang kita dorong adalah bagaimana potensi daerah dapat menjadi sumber kesejahteraan. Masyarakat harus mendapatkan ruang untuk berusaha dan memperoleh manfaat ekonomi. Namun semuanya harus dilakukan dengan aturan yang jelas, mengutamakan keselamatan, menjaga lingkungan dan memberikan kepastian bagi masyarakat,” tandas Prawira Haji.

Penguatan Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal

Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang menilai pembangunan ekonomi masyarakat tidak harus bertumpu pada satu sektor. Sebagai daerah yang memiliki basis pertanian sekaligus sejarah panjang sumber daya minyak, Aceh Tamiang dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai sektor ekonomi secara beriringan.

Prawira mengatakan, penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal tetap harus mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, usaha mikro, serta sektor energi dan pertambangan dapat berjalan beriringan apabila dirancang melalui kebijakan yang memperhatikan kepentingan masyarakat.

Baca Juga  Khofifah dan Ning Lia: Dua Srikandi Jatim Penggerak Perubahan Raih DetikJatim Awards 2025

“Kita ingin sumber daya yang ada di Aceh Tamiang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Petani harus tetap diperkuat, pelaku usaha kecil harus mendapatkan ruang, dan potensi minyak juga harus mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” terangnya.

“Prinsipnya adalah sumber daya daerah harus membawa manfaat bagi rakyat,” tandas Prawira Haji.

Bagi Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang, gagasan sumur minyak rakyat tidak semata-mata berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga dengan upaya memperluas kesempatan masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari potensi daerah.

Dengan regulasi dan pengawasan yang tepat, pengembangan sumur minyak rakyat diharapkan dapat membuka peluang kerja, menggerakkan usaha pendukung, meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat desa, serta menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Aceh Tamiang sendiri memiliki catatan sejarah panjang terkait aktivitas minyak. Sebab itu, Prawira Haji menilai potensi tersebut dapat menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana sumber daya alam daerah dapat dikelola secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kita berharap ke depan ada kebijakan yang benar-benar membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengambil manfaat dari potensi daerah. Sumur minyak rakyat bisa menjadi salah satu langkah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat kecil, selama dikelola secara legal, profesional, transparan dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Baca Juga  Menumbuhkan Ekonomi, Menjaga Ekologi, Menghadirkan Kesejahteraan Masyarakat

Menurut Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang, sumber daya minyak merupakan bagian dari sejarah daerah sekaligus salah satu potensi yang dapat mendukung pembangunan apabila dikelola dengan tata kelola yang baik dan diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Prawira Haji berharap, pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal dapat terus dilakukan, sehingga potensi alam Aceh Tamiang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.***

*) Penulis: Rizki Maulizar