Tiga Bulan Raih 8 Penghargaan: Fanny Sabillah Huda Jadi Inspirasi Mahasiswa

Mahasiswa Prodi Psikologi Umsida, Fanny Sabillah Huda. (Foto: Dok. Umsida)

MAKLUMAT — Mahasiswa semester 7 Program Studi (Prodi) Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Fanny Sabillah Huda, patut menjadi sosok panutan bagi sesama mahasiswa. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu hanya sekitar 3 bulan, ia sukses meraih delapan penghargaan prestasi.

Fanny, sapaan akrabnya, memulai perjalanan prestasi tersebut usai menyelesaikan tugas akhirnya pada semester 6. Alih-alih berdiam diri menunggu momen kelulusan, ia justru memanfaatkan waktu senggang dengan mengikuti berbagai kompetisi.

Merasa memiliki waktu luang setelah menuntaskan tugas akhir, Fanny bertekad menambah pundi-pundi prestasi sekaligus mengeksplorasi kemampuannya dalam berkompetisi. Dengan semangat tinggi, ia mengikuti lomba berskala nasional hingga internasional sejak awal Desember 2025 lalu.

Sejumlah kompetisi diikutinya, antara lain: IAIDU Asahan Kisaran Essay Competition, Civic Smartfest National Essay Competition, Bhumiksara National Essay Competition, serta Cocoa 2025 International Poster Competition. Tak cuma itu, Fanny bahkan meraih dua penghargaan sekaligus dalam satu ajang. Pada Counsfess Essay Competition, ia menyabet Runner Up dan Finalis. Sementara di Pekan Esai Nasional Akademik 2026, ia berhasil meraih Finalis dan Best Paper.

Keputusan untuk aktif berkompetisi bukan tanpa alasan. Ia ingin membuktikan diri mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Dalam waktu relatif singkat, Fanny berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, mulai dari poster hingga esai ilmiah.

Baca Juga  IMM Gelar Youth Diplomacy Forum, Wamenlu Anis Matta: Kader Harus Jadi Katalis Perubahan Global

Persiapan Matang dan Manajemen Waktu

Di balik deretan penghargaan tersebut, Fanny menegaskan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama.

“Yang pertama adalah mencari lomba yang sesuai dengan kemampuan dan minat saya. Setelah itu, saya fokus mencari ide yang menarik dan memiliki daya tarik visual untuk para juri,” ujar Fanny.

Ia juga menekankan pentingnya memvisualisasikan ide agar lebih mudah dipahami dan dinilai juri. Tak kalah penting adalah kemampuan manajemen waktu. Dalam tiga bulan terakhir, Fanny mengikuti sekitar 20 kompetisi.

“Selama tiga bulan ini, saya sudah ikut sekitar 20 lomba, jadi saya harus pintar mengatur waktu dan menjaga kesehatan mental agar tidak burnout,” sebutnya.

Ia mengakui tantangan terbesar adalah saat bersaing dengan peserta dari universitas-universitas besar, terlebih dalam kompetisi offline dengan tingkat persaingan yang ketat. Namun, justru dari situ mentalnya semakin terasah.

Menjadi Inspirasi Mahasiswa Lain

Mahasiswa Prodi Psikologi Umsida, Fanny Sabillah Huda (kiri) bersama kedua rekannya. (Foto: Dok. Umsida)
Mahasiswa Prodi Psikologi Umsida, Fanny Sabillah Huda (kiri) bersama kedua rekannya. (Foto: Dok. Umsida)

Lebih jauh, Fanny Sabillah Huda mengungkapkan, momen yang baginya paling berkesan adalah saat namanya diumumkan sebagai pemenang.

“Proses pengerjaan lomba sebenarnya biasa saja karena sudah terbiasa dengan tekanan, namun saat nama kita diumumkan sebagai pemenang, rasanya luar biasa. Itu adalah momen yang sangat membanggakan,” ujarnya.

Baca Juga  Umsida Kukuhkan 1.096 Wisudawan, Rektor: Semoga Kelulusan Ini Mengantar ke Posisi yang Lebih Tinggi

Meski awalnya hanya untuk mengisi waktu tunggu kelulusan, semangat Fanny didorong oleh jiwa kompetitif dan rasa percaya diri yang kuat.

“Jangan takut untuk bersaing, percaya diri dengan kemampuan sendiri. Jika kita yakin bisa, kita akan menemukan cara untuk mencapainya,” pesannya.

Kisah Fanny Sabillah Huda menjadi bukti bahwa waktu luang dapat diubah menjadi peluang prestasi. Semangatnya diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi, serta memberikan dampak nyata.