Tiga Pesan Ketua PWM Jatim kepada Nahkoda LHKP yang Baru

sukadiono

MAKLUMAT — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr dr Sukadiono MM memberikan sejumlah pesan penting kepada Dr Mukayat Al Amin selaku Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) yang baru, usai wafatnya Muhammad Mirdasy.

Ada tiga pesan yang disampaikan Prof Sukadiono, yakni terus mengedepankan hikmah dalam menyikapi dinamika kebangsaan, pendampingan kader Muhammadiyah yang ingin berdiaspora, serta memperkuat komunikasi dan jaringan.

“Selamat kepada Mukayat Al Amin selaku Ketua LHKP PWM Jatim yang baru,” ujar Sukadiono ketika menerima audiensi jajaran pengurus LHKP di Kantor PWM Jatim, Surabaya, pada Jumat (22/5/2026).

Pada pertemuan ini, hampir seluruh pengurus LHKP PWM Jatim hadir membersamai Mukayat sebagai nahkoda yang baru. Sementara itu Prof Sukadiono didampingi sejumlah Wakil Ketua PWM Jatim, yakni Dr Hidayatulloh, Dr Syamsuddin, Dr Moh Sulthon Amien, Ir Tamhid Masyhudi, serta M Khoirul Abduh MSi.

Sebelumnya, Mukayat telah ditunjuk untuk memimpin LHKP PWM Jatim menggantikan mendiang Muhammad Mirdasy yang tutup usia pada 6 April 2026 lalu. Dalam mengemban amanah tersebut, Mukayat mendapat dukungan penuh dari jajaran pengurus LHKP PWM Jatim.

Tetap Mengedepankan Hikmah

Prof Sukadiono menyampaikan bahwa dalam nama LHKP, terkandung kata “hikmah”. Hikmah berarti kebijaksanaan dalam memahami persoalan, menyampaikan kritik, sekaligus menghadirkan solusi.

Baca Juga  PWM Jatim Kirim 4 Relawan Tambahan ke NTT, Perkuat Respons Bencana di Ende

Karena itu, pendekatan hikmah dalam menyikapi kebijakan publik menjadi hal yang sangat penting. Ia mengapresiasi bagaimana LHKP PWM Jatim selama ini telah mengedepankan pendekatan hikmah dalam menyikapi berbagai dinamika kebangsaan.

Sikap tersebut harus terus diperkuat, bahkan menjadi lebih progresif dan strategis di bawah kepemimpinan Mukayat. “Jangan mengkritisi tetapi tidak paham akar masalah dari suatu gejolak. Harus kita sikapi dengan hikmah,” ujarnya.

Prof Sukadiono juga mengingatkan agar LHKP tidak terjebak dalam sikap reaksioner dengan langsung merespons suatu persoalan tanpa memahaminya secara utuh, terlebih jika hanya demi meraih atensi publik.

Menurutnya, sikap seperti itu tidak mencerminkan sikap hikmah dalam menyikapi persoalan kebangsaan. Di sisi lain, jika terdapat kekeliruan pemerintah dalam membuat dan melaksanakan kebijakan, kritik menjadi sangat penting dan LHKP harus tetap konsisten menyuarakannya.

Namun sesuai dengan spirit Muhammadiyah, kritik tersebut sebaiknya tidak berhenti pada penolakan semata, melainkan juga disertai upaya menciptakan serta mendorong hadirnya solusi yang konstruktif.

“Bagaimana menciptakan solusi, serta yang paling penting adalah jangan sampai malah menciptakan masalah baru,” tegas Prof Sukadiono.

Pendampingan Kader yang Akan Berdiaspora

Prof Sukadiono mengingatkan agar LHKP PWM Jatim mulai mendampingi kader-kader Muhammadiyah yang akan berkontestasi pada momentum politik 2029 mendatang. Oleh karenanya, skema pembinaan dan pemetaan kader-kader Muhammadiyah harus terus dimatangkan.

Baca Juga  DK3P Jatim Sebut Pengelolaan Sampah yang Buruk Bisa Jadi Dosa Jariyah

Upaya persiapan ini penting dilakukan sejak sekarang agar kader-kader Muhammadiyah memiliki kesiapan dan arah yang jelas ketika terjun ke ruang-ruang strategis. “Jangan lupa untuk terus dipersiapkan. Tahun 2029 itu cepat,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa mempersiapkan kontribusi kader Muhammadiyah di sektor-sektor strategis merupakan hal yang penting. Sebab, hal itu adalah bagian dari ikhtiar Persyarikatan dalam menghadirkan kader berintegritas dalam melayani masyarakat.

Prof Sukadiono juga mengingatkan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar berada di posisi strategis. Lebih dari itu, kader Muhammadiyah harus memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai untuk berada di ranah-ranah strategis, baik di pemerintahan maupun ruang-ruang pengambilan kebijakan publik.

Perkuat Komunikasi dan Jaringan

Prof Sukadiono juga berpesan agar LHKP PWM Jatim terus mengawal sekaligus memperkuat peran kader-kader Muhammadiyah yang kini tengah berdiaspora di berbagai lini dan bidang strategis. Saat ini sudah banyak kader Muhammadiyah yang berada di ruang-ruang kebijakan publik, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga sektor-sektor strategis lainnya.

Karena itu, ia meminta agar keberadaan kader-kader tersebut tidak dibiarkan berjalan sendiri-sendiri tanpa komunikasi yang terbangun dengan baik. “Perkuat data pemetaan di mana saja kader-kader kita berada. Ini penting agar silaturahmi dan komunikasinya tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga  Pesan Wakil Ketua PWM Jatim untuk Presiden Baru, Fokus Hadapi Tantangan Bangsa

Selain itu, Prof Sukadiono juga menekankan pentingnya membangun komunikasi eksternal Muhammadiyah dengan berbagai pihak. Menurutnya, hal itu penting agar Muhammadiyah tetap dapat hadir serta membuka ruang kolaborasi dalam berbagai dinamika kebangsaan.

Karena itu, ia berharap LHKP PWM Jatim dapat mengambil peran sebagai penggerak bagi LHKP di daerah-daerah agar terus membangun komunikasi, memperluas jaringan, serta memperkuat silaturahmi dengan berbagai elemen. “Yang penting, srawung dan silaturahmi kita harus terus dijalin,” pungkasnya.