MAKLUMAT — Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menegaskan komitmen dalam transformasi digital organisasi. Tidak hanya memanfaatkan platform media sosial (medsos), para pelajar Muhammadiyah ini mulai membangun sistem organisasi yang terintegrasi melalui My IPM V2.
Platform tersebut dapat diakses melalui laman ipm.my.id, yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk menghubungkan aktivitas kaderisasi, administrasi organisasi, penyelenggaraan kegiatan, serta produksi pengetahuan kader.
My IPM V2 diperkenalkan melalui kampanye “Kuning. Keren.” dengan tampilan baru yang lebih modern dan struktur layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan kader Pelajar Muhammadiyah.
Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram menegaskan bahwa platform tersebut bukan hanya dibuat sebagai media penyampaian informasi organisasi.
“My IPM V2 kami hadirkan bukan sekadar sebagai portal informasi, tetapi sebagai ekosistem digital yang menghubungkan kebutuhan kader, organisasi, kegiatan, dan pengembangan pengetahuan dalam satu pintu,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id, Ahad (19/7/2026).
My IPM V2: Dari Portal Menuju Ekosistem
Pada versi sebelumnya, My IPM lebih banyak berfungsi hanya sebagai portal informasi. Dalam versi terbaru, platform tersebut menjadi penghubung sejumlah layanan dengan fungsi yang berbeda.
Layanan Kader IPM berfokus pada identitas keanggotaan serta pengembangan potensi kader. Org IPM disiapkan untuk menunjang administrasi dan pengelolaan organisasi.
Untuk kebutuhan penyelenggaraan kegiatan, kader dapat menggunakan Event IPM. Adapun Pena IPM menjadi ruang produksi dan publikasi tulisan, gagasan, maupun karya kader.
Pembagian tersebut memungkinkan kader menggunakan layanan sesuai dengan perannya. Seorang anggota dapat mengakses data keanggotaan dan kegiatan, sedangkan pengurus dapat memanfaatkan layanan administrasi organisasi.
Selain empat layanan utama itu, PP IPM juga menyiapkan Qalam AI dan Misykat, yang menegaskan komitmen dan upaya serius organisasi dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Platform tersebut turut mengintegrasikan Kartu Tanda Anggota (KTA) digital, eksplorasi minat dan bakat, pendaftaran kegiatan, manajemen organisasi, serta pengembangan layanan berbasis teknologi.
Tantangan Pengelolaan Data
Dalam materi promosinya, My IPM V2 mencantumkan lebih dari 90 ribu anggota dan lebih dari 300 kegiatan. Besarnya jumlah pengguna tersebut sekaligus menjadi peluang dan tantangan bagi pengelola platform.
Integrasi data dapat membantu PP IPM memetakan perkembangan organisasi dan kebutuhan kader. Namun, sistem tersebut perlu didukung dengan pembaruan data yang berkelanjutan, keamanan informasi, serta tata kelola akses yang jelas.
Pendampingan juga dibutuhkan agar kader di tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting mampu menggunakan setiap layanan secara optimal.
Dany berharap, My IPM V2 dapat memberikan manfaat langsung bagi seluruh kader. “Kami ingin seluruh kader dapat merasakan manfaat platform ini, mulai dari mengakses identitas keanggotaan, mengikuti kegiatan, mengelola organisasi, sampai menghasilkan karya dan gagasan yang bermanfaat bagi gerakan,” tuturnya.
My IPM V2 dapat menjadi fondasi penting bagi transformasi digital IPM. Akan tetapi, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada tampilan dan kecanggihan fitur, melainkan juga pada konsistensi organisasi dalam memperbarui, mengamankan, dan memanfaatkan data.***
***Penulis: Yudhistira Ananta














