Trump Umumkan Penyitaan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Hasil Penjualan untuk AS

Trump Umumkan Penyitaan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Hasil Penjualan untuk AS

MAKLUMATPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penyitaan antara 30 hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat. Pemerintah AS akan menjual minyak tersebut dengan harga pasar dan menguasai hasil penjualannya.

Trump menyampaikan pengumuman itu melalui platform Truth Social pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Ia menegaskan dana hasil penjualan minyak akan berada di bawah kendalinya sebagai Presiden AS.

“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan dananya akan saya kendalikan untuk memastikan penggunaannya bagi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump.

Trump juga menginstruksikan Menteri Energi AS, Chris Wright untuk segera mengeksekusi kebijakan tersebut. Pemerintah AS akan mengangkut minyak Venezuela menggunakan kapal penyimpanan sebelum membawanya langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.

Di tengah kebijakan itu, sedikitnya 16 kapal tanker minyak yang masuk dalam daftar sanksi AS dilaporkan meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

Laporan Anadolu yang mengutip The New York Times menyebut langkah tersebut diduga sebagai upaya menghindari blokade laut AS terhadap ekspor minyak Venezuela. Data citra satelit dan pelayaran menunjukkan empat kapal berlayar di lepas pantai timur Venezuela sambil menyamarkan identitas dan memalsukan lokasi. Praktik ini dikenal sebagai spoofing.

Selain itu, sebanyak 12 kapal tanker lainnya dilaporkan berhenti memancarkan sinyal pelacakan dan tidak lagi terdeteksi dalam citra satelit selanjutnya.

Baca Juga  Negara Asia Tenggara Dipukul Tarif Impor AS: Kamboja 49%, Vietnam 46%, Indonesia 32%

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa 15 dari 16 kapal yang bergerak pada Sabtu (3/1) telah lebih dulu terkena sanksi AS karena sebelumnya mengangkut minyak dari Iran dan Rusia. Sejumlah kapal dilaporkan berangkat tanpa izin otoritas sementara Venezuela yang mengawasi sektor minyak.

Amerika Serikat menerapkan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi sejak 16 Desember lalu. Washington mengklaim kebijakan itu bertujuan memutus aliran pendapatan negara Venezuela, sementara ekspor terbatas oleh perusahaan AS tetap diizinkan.

*) Penulis: R Giordano

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *