Update Gempa NTT Terbaru: 111 Meninggal Dunia, 188.161 Orang Masih Mengungsi

Update Gempa NTT

MAKLUMAT — Update gempa NTT terbaru menunjukkan sebanyak 111 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (14/8/2026) pagi.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.631 orang mengalami luka-luka dan 188.161 orang masih mengungsi. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menyampaikan data tersebut dalam pembaruan penanganan darurat pada Ahad (30/8/2026).

Dari 1.631 korban luka, sebanyak 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Sementara itu, update gempa NTT per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB mencatat jumlah pengungsi mencapai 188.161 orang. Jumlah tersebut berkurang 4.142 orang dibandingkan data sebelumnya.

Penurunan jumlah pengungsi terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, dan Ngada.

Update Pengungsi Gempa NTT

Kabupaten Nagekeo menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 50.574 orang.

Berikutnya Kabupaten Manggarai dengan 50.556 orang, Manggarai Timur 30.098 orang, Manggarai Barat 27.564 orang, Ngada 19.394 orang, Sikka 5.658 orang, dan Ende 4.317 orang.

Jika dibandingkan dengan data 29 Agustus 2026, jumlah pengungsi di Nagekeo turun 710 orang, Manggarai Timur turun 1.274 orang, dan Ngada turun 2.158 orang.

Baca Juga  PCPM Lowokwaru Padukan Mini Soccer sambil Berbagi, Galang Donasi untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Sementara jumlah pengungsi di Manggarai, Manggarai Barat, Sikka, dan Ende tidak berubah.

95.567 Rumah Terdampak Gempa NTT

Update gempa NTT juga mencatat dampak terhadap 95.567 unit rumah.

BNPB mencatat 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat.

Kerusakan rumah menjadi salah satu perhatian dalam penanganan darurat. BNPB menyebut terdapat kebutuhan mendesak untuk menyediakan relokasi atau hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Sebanyak 27.414 unit rumah mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Update Bantuan Gempa NTT: 21 Ton Didistribusikan

BNPB terus menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa bumi NTT.

Pada 30 Agustus 2026, bantuan yang masuk tercatat sebanyak 6.553 kilogram atau 6,5 ton. Bantuan tersebut berasal dari lima donatur.

Pada hari yang sama, BNPB mendistribusikan 21.065 kilogram atau 21 ton bantuan menggunakan pesawat TNI AU sebanyak satu sortie ke Labuan Bajo.

Sementara itu, barang bantuan yang berada di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Halim Perdanakusuma tercatat sebanyak 31.887 kilogram atau 32 ton.

Kebutuhan Warga Terdampak

BNPB mencatat sejumlah kebutuhan untuk penanganan darurat bencana di Provinsi NTT.

Baca Juga  Ramadan Tinggal Hitungan Pekan, BNPB Kebut Pemulihan Bencana di Aceh–Sumatera

Bantuan yang dibutuhkan meliputi hygiene kit, kidswear, perlengkapan sekolah, family kit, genset, obat-obatan, selimut, matras, terpal, kasur lipat, toilet portable, tandon air, popok bayi, popok lansia, dan pembalut wanita.

Pemenuhan logistik terus dilakukan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.

BNPB juga melanjutkan pendataan dan penanganan masyarakat terdampak, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar serta tempat tinggal sementara dapat terpenuhi.

Data Terbaru Gempa NTT

Update BNPB per 30 Agustus 2026:

  • 111 orang meninggal dunia
  • 1.631 orang luka-luka
  • 223 luka berat
  • 1.408 luka ringan
  • 188.161 orang mengungsi
  • 95.567 unit rumah terdampak
  • 46.161 rusak ringan
  • 21.992 rusak sedang
  • 27.414 rusak berat
  • 6,5 ton bantuan masuk
  • 21 ton bantuan didistribusikan
  • 32 ton bantuan berada di Posduklognas Halim Perdanakusuma.***