Di Tengah Pemutusan Akses Internet, Warga Iran Asyik Nonton Film Hollywood

Di Tengah Pemutusan Akses Internet, Warga Iran Asyik Nonton Film Hollywood

MAKLUMAT — Banyak warga Iran memilih asyik menonton film-film hollywod melalui aplikasi lokal. Aktivitas itu terjadi saat pemerintah Iran memutuskan akses internet secara luas di tengah gelombang protes besar beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diceritakan oleh Mila (bukan nama sebenarnya), mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Teheran, Iran. Ia menurutkan bahwa saat internet diputus, hanya intranet domestik yang masih aktif dan memungkinkan akses ke beberapa aplikasi dan layanan dalam negeri.

“Karena tidak ada internet, mereka pun tidak tahu harus melakukan apa. Akses intranet pun hanya tersedia untuk beberapa aplikasi dan tidak berfungsi secara sempurna,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Rabu (22/1/2026).

Aplikasi film tersebut memang menyediakan judul-judul dari luar negeri dengan sulih suara atau teks berbahasa Persia (Farsi), termasuk film-film Hollywood. Beberapa platform lokal memang memiliki koleksi film internasional yang dilokalkan untuk penonton Iran.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini banyak juga yang menggunakan VPN ilegal untuk mengakses internet luar negeri. Kadang berhasil, kadang tidak. Ia sempat melihat beberapa berita dari luar Iran. Menurutnya pemberitaan tersebut berlebihan, misalnya menampilkan pemadaman listrik seolah tidak ada kehidupan sama sekali di Iran.

Baca Juga  Demo Berdarah Iran, Pemerintah RI Siapkan Skenario Evakuasi WNI

“Situasinya tidak serusuh seperti yang digambarkan di media. Tidak sampai terjadi pemadaman listrik, hanya akses internet yang dibatasi dan sebatas intranet untuk aplikasi dalam negeri,” jelasnya.

Mila juga menceritakan bahwa sekitar tanggal 10–17 Januari 2026, aktivitas perkantoran dan kegiatan pendidikan diliburkan. Namun, pada hari Sabtu (17/1/2026), aktivitas-aktivitas tersebut kembali berjalan normal.

Kendati demikian, ia melihat bahwa banyak pasar besar tetap tutup untuk menghindari kerugian. Serikat pekerja juga terlihat ikut menggelar demo. Selain itu, harga bahan pokok melonjak, misalnya beras kini mencapai 20.000.000 IRR dan minyak per liter sekitar 2.170.000 IRR.

Ia hanya berharap agar kondisi yang terjadi di Iran semakin membaik. Mengingat pada Juni 2025 lalu, ia sempat harus pulang ke Indonesia saat Iran berkonfrontasi dengan Israel dan Amerika Serikat. “Harapannya agar kondusif, tapi InsyaAllah kami aman di sini,” tandasnya.