Gus Yahya menegaskan PBNU sejatinya telah menyiapkan kehadiran Presiden Prabowo. Koordinasi teknis dengan pihak Istana, dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bahkan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya.
“Sejak kemarin sudah ada koordinasi dengan perangkat kepresidenan, termasuk Paspampres dan protokol Istana. Seluruh persiapan teknis untuk kehadiran Presiden sudah berjalan,” jelas Gus Yahya.
Namun, pada saat-saat terakhir sebelum acara dimulai, Presiden Prabowo berhalangan hadir karena tugas kenegaraan lain yang tidak bisa ditinggalkan.
“Pada detik-detik terakhir, beliau berhalangan karena ada tugas negara lain. Kami juga mendengar ada agenda penting terkait tamu-tamu negara pada hari ini,” katanya.
Meski demikian, kehadiran Presiden tetap diwakili oleh pimpinan lembaga tinggi negara. Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir, dan menyampaikan sambutan serta amanat dalam resepsi puncak Harlah ke-100 NU.
“Alhamdulillah, Ketua MPR RI hadir dan kami mohonkan untuk menyampaikan sambutan serta amanat dalam resepsi Harlah NU,” ujar Gus Yahya.
Kakak mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) ini juga menjelaskan ketidakhadiran Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar disebabkan faktor kesehatan. PBNU telah menerima pemberitahuan sejak Jumat (30/1/2026) malam bahwa Rais Aam mengalami kendala kesehatan, sehingga tidak memungkinkan untuk hadir.
“Beliau sedianya akan berangkat, namun karena kondisi kesehatan, beliau berhalangan hadir,” tutur Gus Yahya.
Sebagai pengganti, amanat yang biasanya disampaikan Rais Aam diwakilkan kepada Rais Syuriyah PBNU sekaligus Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar.
“Khutbah yang biasanya disampaikan Rais Aam diwakili oleh salah satu Rais Syuriyah PBNU, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar,” ungkap Gus Yahya.
Ia juga menyatakan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak hadir karena memiliki kesibukan lain. Namun Gus Yahya tidak menyebutkan agenda apa yang membuat Gus Ipul berhalangan datang ke acara harlah NU.***













