Lia Istifhama Bela Kritik Bahlil: Syarat TOEFL Tinggi LPDP Bisa Singkirkan Mahasiswa Kurang Mampu

lia

MAKLUMAT – Anggota DPD RI Lia Istifhama mendukung kritik Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait syarat skor TOEFL tinggi dalam program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama menegaskan syarat nilai TOEFL yang terlalu tinggi berpotensi menutup peluang mahasiswa berprestasi dari keluarga ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan beasiswa negara.

“Yang disampaikan Pak Menteri Bahlil sangat benar. Jika syarat TOEFL sangat tinggi, secara logika itu lebih mudah dicapai oleh mereka yang sejak awal memiliki kemampuan ekonomi untuk mengikuti kursus bahasa Inggris yang biayanya tidak murah,” cetus Ning Lia, Sabtu (14/3/2026).

Politisi yang dikenal dengan tagline Cantik (Cerdas, Kreatif, dan Inovatif) itu menilai akses terhadap pelatihan bahasa Inggris berkualitas di Indonesia masih belum merata. Kondisi ini membuat mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas harus menghadapi hambatan tambahan untuk memenuhi standar bahasa yang tinggi.

Ia  juga menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap arah pemanfaatan dana LPDP yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun.

Menurutnya, syarat TOEFL tinggi secara tidak langsung mendorong orientasi program beasiswa lebih banyak ke studi luar negeri dibandingkan penguatan perguruan tinggi dalam negeri.

Baca Juga  Aklamasi, Bahlil Lahadalia Terpilih sebagai Ketum Golkar 2024-2029

“Dengan syarat tersebut, kesempatan LPDP justru lebih banyak mengarah pada studi di luar negeri. Padahal dana negara yang besar itu seharusnya juga difokuskan untuk memperkuat perguruan tinggi di Indonesia,” tandas Ning Lia yang juga Anggota MPR RI itu.

Putri tokoh NU Jawa Timur, almarhum KH Masykur Hasyim itu menilai pemerintah perlu menyeimbangkan alokasi beasiswa antara studi luar negeri dan dalam negeri. Sebagai anggota DPD RI, ia mendorong pemerintah memperbesar dukungan terhadap perguruan tinggi nasional agar mampu bersaing secara global.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak kampus berkualitas yang layak diperkuat melalui dukungan riset, kebijakan pendidikan, dan pembiayaan dari negara.

“Minimal persentasenya seimbang dengan studi luar negeri. Jangan sampai pendidikan dalam negeri justru tersisih,” tukas Ning Lia.

Ia berharap pemerintah segera mengevaluasi skema serta persyaratan beasiswa LPDP, agar program tersebut benar-benar menjadi instrumen pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional.