MAKLUMAT — Keceriaan terpancar dari wajah puluhan siswa KB-TK Aisyiyah Krian saat mengikuti Festival Ramadan Ceria, yang menjadi agenda penutup rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Acara yang mengusung tema penguatan ukhuwah ini dimeriahkan dengan gelar karya anak, safari dongeng, hingga buka puasa bersama. Sebanyak 82 anak didik terlibat aktif dalam kegiatan ini, didampingi oleh para guru dan disaksikan langsung oleh wali murid.
Pameran kreativitas dari bahan daur ulang merupakan salah satu daya tarik utama dalam festival ini. Deretan karya seni anak-anak memenuhi lorong sekolah. Hasil kreasi para siswa, mulai dari jenjang KB hingga TK, dipamerkan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka selama bulan puasa.
Kepala KB-TK Aisyiyah Krian, Sri Redjeki Marganingsih SPd, menjelaskan bahwa karya-karya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa dan guru, serta ada pula siswa yang membuat karya sendiri.
“Hari ini adalah penutupan kegiatan Ramadan. Kami mengadakan pameran kreasi anak yang dibuat selama sebulan ini. Menariknya, anak-anak memanfaatkan bahan daur ulang yang disulap menjadi pernak-pernik Ramadan yang luar biasa. Ada juga bahan dibeli,” ujar Sri Redjeki kepada Maklumat.id, Kamis (12/3/2026).
Beberapa karya yang dipajang di koridor sekolah di antaranya Miniatur Kakbah, Lampion hias, Kartu ucapan Lebaran, Vas bunga, dompet lucu dan masih banyak lagi lainnya.
Tak hanya pameran visual, suasana semakin meriah dengan hadirnya pendongeng asal Surabaya. Dalam sesi Safari Dongeng tersebut, anak-anak diajak menyelami kisah-kisah inspiratif mengenai Adab dan Akhlak (menanamkan perilaku terpuji sejak dini).
“Kami berharap dapat memotivasi anak agar lebih giat menjalankan ibadah puasa,” katanya.
Diketahui, rangkaian acara dimulai dengan Salat Ashar berjamaah sebagai bentuk pembiasaan ibadah. Puncak acara ditutup dengan momen yang paling dinanti, yaitu buka puasa bersama (bukber) antara guru dan siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas, tetapi juga tumbuh rasa cinta yang mendalam terhadap agama Islam dan memiliki semangat ukhwah yang kuat sejak usia dini,” tandasnya.













