Perang Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 106 Dolar per Barel

perahu

MAKLUMAT — Harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran terus memanas. Gangguan pasokan energi global mendorong harga minyak Brent menembus 106 dolar AS per barel, level tertinggi sejak Juli 2022.

Lonjakan harga terjadi pada perdagangan Minggu (15/3/2026) malam waktu internasional. Minyak mentah Brent—acuan global—naik 2,9 persen menjadi sekitar 106,12 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat juga meningkat 2,6 persen menjadi 101,53 dolar AS per barel.

Kenaikan harga dipicu gangguan besar pada jalur distribusi energi global akibat perang yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Konflik yang telah memasuki pekan ketiga itu membuat arus pengiriman minyak di kawasan Timur Tengah terganggu.

Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz, jalur laut strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Sejak konflik pecah, jalur tersebut praktis tertutup bagi kapal tanker minyak.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta komunitas internasional membantu membuka kembali jalur vital tersebut. Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengirim pasukan angkatan laut untuk mengawal kapal tanker minyak yang keluar dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga  38 Rudal Iran Hantam Israel, 9 Tewas di Beit Shemesh Dekat Yerusalem

Namun pemerintah AS mengakui pengerahan armada tersebut membutuhkan waktu beberapa pekan sebelum dapat beroperasi penuh.

Sementara itu, Iran meningkatkan tekanan militer dengan menempatkan ranjau laut di Selat Hormuz dan mengancam menyerang infrastruktur minyak serta gas yang terkait dengan Amerika Serikat. Sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026, beberapa kapal tanker dilaporkan terkena serangan di kawasan tersebut.

Militer Amerika Serikat juga melancarkan serangan terhadap Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran. Meski demikian, Washington menyatakan masih menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas produksi minyak utama Iran.

Ketegangan ini membuat pasar energi global semakin bergejolak. Dalam perdagangan pekan lalu, harga minyak bahkan sempat mendekati 120 dolar AS per barel sebelum kembali stabil di sekitar 100 dolar AS.***