MAKLUMAT — Korps Garda Revolusi Islam Iran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan gelombang ke-83 Operasi “True Promise 4”, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB, dengan sasaran instalasi militer utama Amerika Serikat dan Israel di kawasan. Operasi ini diklaim menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone, sekaligus menjadi respons lanjutan atas konflik yang memanas sejak akhir Februari.
Militer Iran mengonfirmasi serangan drone besar-besaran ke sejumlah lokasi strategis di Haifa, kota pelabuhan utama di Israel utara. Target disebut meliputi fasilitas manufaktur dan pemeliharaan kapal militer serta depot bahan bakar pesawat tempur di kawasan pelabuhan.

Iran menyebut serangan dilakukan dengan presisi tinggi menggunakan drone tempur dan pengintai, sekaligus membantah klaim AS-Israel yang menyebut kemampuan militernya melemah.
Selain Haifa, IRGC menurut laporan Press TV, mengklaim serangan juga menyasar:
- Depot minyak di Ashdod
- Area militer di Modi’in
- Pangkalan udara Al-Dhafra Air Base dan Ali Al-Salem Air Base
- Fasilitas militer di Sheikh Isa Air Base
IRGC menyatakan penggunaan rudal jarak menengah dan jauh berbahan bakar padat maupun cair, serta drone bunuh diri dalam operasi tersebut. IRGC menilai serangan yang berlangsung telah mengganggu aktivitas warga Israel. Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa kondisi sirene darurat dan perlindungan di bunker kini menjadi rutinitas harian. Iran juga memperingatkan bahwa serangan akan terus berlanjut sebagai bagian dari operasi balasan.
Teheran menyebut operasi ini sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari. Iran mengklaim serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Ali Khamenei, serta ratusan warga sipil. Sejak saat itu, Iran menyatakan telah meluncurkan lebih dari 80 gelombang serangan terhadap target militer AS dan Israel di kawasan Asia Barat.
Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, mengatakan personel Amerika disebut meninggalkan pangkalan militer dan berlindung di fasilitas sipil. Ia menilai langkah tersebut sebagai indikasi melemahnya kemampuan pertahanan AS di kawasan.
Iran juga menyebut keterlibatan sekutunya, termasuk Hezbollah di Lebanon dan kelompok perlawanan di Irak, dalam menghadapi AS dan Israel. Teheran mengklaim serangan gabungan tersebut telah menghantam infrastruktur militer strategis lawan. Hingga kini, belum ada verifikasi independen terkait dampak maupun korban dari klaim serangan yang disampaikan Iran. Media seperti Time of Israel membenarkan bahwa Iran telah melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer. ***













