MAKLUMAT — Peta pelayanan kesehatan Muhammadiyah di Jawa Timur memasuki babak baru. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang Sidoarjo, melalui Holding AUMKES (Amal Usaha Muhammadiyah Kesehatan) resmi mengumumkan akuisisi Rumah Sakit Islam (RSI) Arofah Mojosari, Mojokerto.
Langkah strategis tersebut menandai berdirinya rumah sakit kelima di bawah bendera Siti Khodijah Group.
Bergabungnya RSI Arofah sekaligus memenuhi target awal holding untuk mengelola lima rumah sakit, sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan Muhammadiyah di wilayah Mojokerto.
Direktur Holding AUMKES PCM Sepanjang, dr HM Hamdan, menjelaskan bahwa pemilihan RSI Arofah didasarkan pada prioritas wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan Muhammadiyah.
“Prinsipnya kita melakukan akuisisi diprioritaskan pada daerah di mana Muhammadiyah belum memiliki rumah sakit tersebut. Kebetulan di Mojokerto ini belum punya rumah sakit Muhammadiyah,” ujarnya kepada Maklumat.id, Sabtu (4/4/2026).
Selain ekspansi mandiri, holding ini juga mengemban amanah dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) untuk melakukan penugasan terhadap rumah sakit yang membutuhkan penguatan manajemen dan finansial.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Ketua PP Muhammadiyah bahwa seluruh AUM adalah milik persyarikatan yang harus dikelola secara profesional.
dr Hamdan mengungkapkan, menindaklanjuti amanah tersebut, agar seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) harus memiliki “DNA” persyarikatan, pihak manajemen rumah sakit berkomitmen melakukan transformasi total melalui 6 Pilar Utama. Langkah itu diambil guna mewujudkan organisasi yang berkemajuan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
AUMKES PCM Sepanjang menekankan bahwa transformasi ini diawali dengan penguatan mindset (pola pikir berkemajuan) dan pembangunan sistem yang kokoh. Selain itu, penyiapan SDM yang profesional namun tetap memahami visi-misi Muhammadiyah menjadi prioritas utama.
“DNA persyarikatan harus mencerminkan organisasi yang berkemajuan. Sebagai garis depan dakwah fil ardh, kita harus memastikan SDM kita tidak hanya profesional, tetapi juga Islami,” katanya.
Terkait kendala kepercayaan publik yang selama ini dipengaruhi oleh aspek fisik, pihak rumah sakit berencana melakukan pengembangan infrastruktur secara masif dalam waktu dekat.
Untuk mempercepat peningkatan kualitas, manajemen akan melakukan beberapa langkah strategis diantaranya, modernisasi sarana prasarana. Pembangunan gedung baru di area belakang sebagai simbol fisik organisasi yang modern dan berkemajuan. Replikasi Budaya Kerja, mengadopsi budaya kerja sukses dari RS Siti Khodijah (AUMKES PCM Sepanjang) untuk diimplementasikan di unit ini. Penguatan pelayanan, membentuk ekosistem kerja yang solid agar masyarakat merasa nyaman dan percaya terhadap layanan kesehatan Muhammadiyah.
“Diharapkan, dengan sinergi antara sarana prasarana yang modern, SDM profesional, dan budaya kerja yang kuat, rumah sakit ini dapat memenuhi target kunjungan pasien dan menjalankan fungsinya sebagai pilar dakwah nyata Muhammadiyah di tengah masyarakat,” jelasnya.
Sebagai langkah nyata, dr Hamdan mengungkapkan rencana pembangunan gedung baru di area belakang rumah sakit, yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
“Targetnya pertengahan tahun ini mulai groundbreaking, dan akhir tahun mudah-mudahan selesai. Desain diserahkan kepada profesional agar mencerminkan organisasi yang berkemajuan,” sebutnya.
Dengan bergabungnya RSI Arofah, maka jaringan rumah sakit yang dikelola Holding AUMKES PCM Sepanjang kini meliputi: RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo, RSU Assakinah Medika Sukodono Sidoarjo, RSU dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, RS Siti Khodijah Gurah Kediri, serta RSI Arofah Mojosari Mojokerto.
“Dalam program PWM dibentuk cluster-cluster holding, dan dari Khodijah group ditarget 5 lima rumah sakit. Ini rumah sakit kelima dan target tercapai. Ke depan ditarget kalau bisa 7 sampai 10 rumah sakit yang dikelola. Baik yang diakuisisi sendiri maupun penugasan rumah sakit yang kurang jalan dibebankan pada AUMKES PCM Sepanjang untuk membantu keuangan dan manajemennya,” ungkap dr Hamdan.
Kabid Keperawatan RSI Arofah, Siswati, menjelaskan bahwa, RSI Arofah Mojosari yang berdiri sejak 28 September 2002 ini memiliki modalitas yang kuat untuk dikembangkan. Ia merinci kapasitas saat ini diantaranya 50 tempat tidur (TT), tenaga medis: 5 Dokter Umum dan 6 Dokter Spesialis. Layanan Unggulan: Kandungan (Obgyn), Ortopedi, dan Anak.
“Menurut rencana akan dilakukan pengembangan seperti pembukaan poli jantung (Kardio), paru, dan saraf. Fasilitas lain ada rawat jalan, kamar operasi, ICU, Neonatus, serta melayani pasien BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” tandas Siswati.













