Kenapa Jepang Pinjam Komodo KBS? Ini Kunci Sukses Konservasi Surabaya

jepang pinjam komodo kbs

MAKLUMAT — Kenapa Jepang pinjam komodo KBS? Jawabannya terletak pada satu hal penting: keberhasilan konservasi. Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini menjadi salah satu lembaga konservasi di Indonesia yang dinilai berhasil dalam pengembangbiakan komodo.

Capaian itulah yang membuat iZoo tertarik menjalin kerja sama melalui skema breeding loan atau peminjaman satwa untuk pengembangbiakan.

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, memastikan peminjaman sepasang komodo ke Jepang tidak akan mengganggu program breeding di Surabaya. “Dari pemerintah pusat ada kajian-kajian tersendiri, sehingga proses breeding di KBS tidak terhenti meski sepasang komodo diberangkatkan ke Jepang,” ujar Nurika dikutip dari laman Surabaya, Kamis (30/4/2026).

Saat ini, populasi komodo di KBS tercatat lebih dari 50 ekor. Jumlah itu dinilai cukup kuat untuk menjaga keberlanjutan konservasi sekaligus mendukung kerja sama internasional.

Nurika menjelaskan, sebelum kesepakatan disahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia telah melakukan verifikasi fasilitas di Jepang. Hasilnya, iZoo dinilai siap, termasuk dari sisi kandang, pengaturan suhu, dan sistem habitat buatan yang menyesuaikan kebutuhan biologis komodo.

Bagi KBS, keberhasilan breeding bukan lahir dari kebetulan. Perawatan satwa dilakukan dengan disiplin, mulai dari pola pakan, pengelolaan lingkungan, hingga memastikan habitat buatan tetap menyerupai kondisi alami komodo di Indonesia.

Baca Juga  Kejati Jatim Tetapkan Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

Wali Kota Eri Cahyadi menilai keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Surabaya. “Karena kita berhasil dalam pengembangbiakan komodo, Jepang meminta meminjam komodo dari Surabaya. Ini menunjukkan konservasi kita mendapat kepercayaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, skema kerja sama ini bukan pertukaran satwa, melainkan peminjaman dengan pengawasan bersama selama lima tahun. Dalam masa itu, kesejahteraan komodo akan dipantau berkala, bahkan satwa dapat ditarik kembali apabila kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan khusus.

Kerja sama yang dirintis hampir satu dekade itu kini bukan hanya menjadi diplomasi konservasi, tetapi juga penegasan bahwa Surabaya tak sekadar merawat satwa—melainkan ikut menjaga masa depan spesies langka dunia. ***