Wamen Fajar Riza Ul Haq Dorong Sekolah Muhammadiyah Bangun Budaya Mutu Berkelanjutan

Wamendikdasmen RI Fajar Riza Ul Haq berfoto bersama para peserta Rakorwil Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DKI Jakarta, Jumat (8/5/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan supaya sekolah dan madrasah Muhammadiyah tidak menjadikan capaian akreditasi sebagai tujuan akhir, melainkan pijakan untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Menurutnya, sekolah unggul harus tercermin dari kualitas pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, kapasitas guru, layanan pendidikan, hingga tingkat kepercayaan orang tua dan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan ketika menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, yang dilaksanakan di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jumat (8/5/2026).

Dalam sambutannya, Fajar menyebut kegiatan tersebut sebagai forum yang penting dalam rangka untuk terus bergerak maju mengupayakan peningkatan mutu pendidikan.

“Saya berterima kasih atas undangan dari Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DKI Jakarta. Forum seperti ini penting sebagai ruang koordinasi, refleksi, dan pengambilan keputusan bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya, di hadapan 120 kepala sekolah Muhammadiyah se-DKI Jakarta dari berbagai jenjang pendidikan yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Fajar menyebut DKI Jakarta sebagai ibu kota merupakan etalase berbagai sektor, termasuk pendidikan. Menurutnya, sekolah Muhammadiyah di Jakarta memiliki modal besar karena berada dalam ekosistem pendidikan yang kuat, namun juga menghadapi persaingan yang ketat.

Baca Juga  97 Pinjol Didenda Rp755 M, Ini Penjelasan Muhammadiyah Soal Riba

“Pendidikan di ibu kota tentu bisa menyerap banyak hal positif. Ini menjadi modal, tetapi juga tantangan. Sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya hadir, tetapi harus punya nilai tambah, pembeda, dan keunggulan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung capaian pendidikan DKI Jakarta yang dinilai cukup baik. Berdasarkan data, ia mengungkapkan bahwa capaian Standar Pelayanan Minimum Pendidikan DKI Jakarta berada pada level Tuntas Madya selama 2023–2025. Tahun 2023 nilainya 80,55, kemudian meningkat menjadi 84,47 pada 2024. Namun, mengalami penurunan di tahun 2025 menjadi 82,31.

Selain itu, kepesertaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) DKI Jakarta juga tergolong tinggi, mencapai sekitar 98 persen di tingkat SD/sederajat, 98,26 persen di SMP/sederajat, serta 98,88 persen di SMA/SMK/sederajat. Rata-rata nilai TKA DKI untuk Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris juga berada di atas nilai rata-rata nasional.

“Capaian TKA DKI Jakarta menjadi gambaran positif sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua. Tetapi ini juga menunjukkan sekolah Muhammadiyah berada dalam ekosistem pendidikan yang baik sekaligus kompetitif,” terang Fajar.

Meski demikian, Fajar mengingatkan masih adanya pekerjaan rumah pada aspek numerasi. Berdasarkan rapor pendidikan DKI Jakarta, numerasi SD/sederajat turun dari 81,77 persen pada 2024 menjadi 73,89 persen pada 2025. Penurunan juga terjadi di jenjang SMA/SMK/sederajat dari 82,73 persen menjadi 76,59 persen.

Baca Juga  Khutbah Idulfitri: Puasa dan Pelajaran Kepemimpinan dari Rukun Islam

“Data ini menjadi pengingat bahwa sekolah unggul bukan hanya soal akreditasi atau gedung yang baik. Sekolah unggul harus kuat dalam pembelajaran, numerasi, budaya mutu, dan layanan kepada peserta didik,” sorotnya.

Menurut Fajar, peningkatan mutu membutuhkan strategi, konsistensi, dan keberanian melakukan terobosan. Ia menegaskan sekolah tidak boleh terjebak pada urusan administrasi dan akreditasi semata.

“Budaya mutu butuh konsistensi. Standar penjaminan mutu internal tentu sangat penting. Mutu harus terlihat dalam pembelajaran, kepemimpinan sekolah, kualitas guru, layanan pendidikan, dan kepercayaan orang tua,” tandasnya.

Menurut Fajar, kepemimpinan kepala sekolah menjadi inti penjaminan mutu pendidikan. Kepala sekolah dituntut menjadi figur yang mampu menginspirasi, menggerakkan guru, membaca kebutuhan sekolah, serta membawa satuan pendidikan untuk terus berkembang.

Selain itu, alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan sekolah, tetapi juga bagaimana pola pengasuhan di rumah. Sebab itu, ia menandaskan bahwa sekolah dan orang tua harus bergerak bersama dalam mendukung pendidikan anak.

Lebih jauh, Fajar kembali menegaskan bahwa forum Rakorwil tersebut harus bisa menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Baca Juga  Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Bicarakan Ekuilibrium Implementasi Kebijakan Pendidikan Nasional

“Rakorwil ini harus melahirkan keputusan yang strategis, pilihan yang tepat, dan menjadi tanggung jawab bersama. Sekolah Muhammadiyah hari esok ditentukan oleh keberanian kita mengambil keputusan hari ini,” tandasnya.

“Karena itu, mari jadikan forum ini sebagai momentum memperkuat budaya mutu, menggerakkan kepala sekolah dan guru, serta memastikan sekolah Muhammadiyah benar-benar naik level dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” sambung Fajar.

Sementara itu, Ketua PWM DKI Jakarta Akhmad Abu Bakar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen Fajar dalam Rakorwil tersebut.

Ia menyebut kehadiran Wamen Fajar menjadi dukungan sekaligus motivasi bagi Muhammadiyah DKI Jakarta untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan melahirkan sekolah unggul.

“Terima kasih Pak Wamen Fajar atas kehadiran, dukungan, dan motivasi pada Rakor Dikdasmen PWM DKI hari ini. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan perubahan dan memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah di DKI, semoga Rankorwil ini melahirkan keputusan-keputusan strategis,” harapnya.