Prabowo Kunjungan ke Pulau Miangas: Bangun Sekolah, Benahi Puskesmas, Wujudkan Desa Nelayan Modern

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Youtube Setpres)

MAKLUMAT — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Sabtu (9/5/2026). Dalam lawatan ke pulau paling utara Indonesia itu, Prabowo membawa pesan kuat tentang pemerataan pembangunan, kemandirian bangsa, serta keberpihakan negara kepada masyarakat perbatasan.

Di hadapan warga, tenaga pendidik, dan para pelajar, Presiden menyampaikan bahwa kunjungannya ke Miangas bukan sekadar seremonial, melainkan untuk melihat langsung kondisi masyarakat di pulau terluar yang berbatasan dekat dengan Filipina tersebut.

“Saya datang ingin melihat keadaan di Pulau Miangas, pulau terluar Republik Indonesia di paling utara. Kita ingin memastikan masyarakat di sini merasakan kehadiran negara,” ujar Prabowo dikutip dari tayangan langsung Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (9/5/2025).

Dalam kunjungan itu, Presiden menyoroti kondisi fasilitas kesehatan dan pendidikan yang menurutnya harus segera dibenahi. Ia mengungkapkan masih ada puskesmas yang selama puluhan tahun belum tersentuh perbaikan. Karena itu, pemerintah menargetkan renovasi besar-besaran terhadap fasilitas layanan kesehatan dasar di seluruh Indonesia.

Tak hanya sektor kesehatan, Prabowo juga memastikan percepatan renovasi sekolah-sekolah. Program rehabilitasi sarana pendidikan, kata dia, akan menjadi agenda prioritas pemerintah mulai tahun ini dan ditargetkan menjangkau seluruh daerah dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Baca Juga  Natal Nasional 2024: Pesan Damai dan Persatuan dari Presiden Prabowo

“Semua sekolah akan kita renovasi. Puskesmas juga akan kita perbaiki. Anak-anak Indonesia, di mana pun berada, harus mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang layak,” tegasnya.

Keberpihakan kepada masyarakat pesisir juga menjadi fokus utama. Presiden mengumumkan pembangunan desa nelayan modern di Miangas yang akan dimulai dalam waktu dekat. Kawasan itu dirancang menjadi sentra ekonomi kelautan yang dilengkapi pabrik es, gudang pendingin (cold storage), serta SPBU khusus nelayan untuk menjamin ketersediaan bahan bakar bagi armada tangkap.

Selain menyerahkan bantuan kapal perikanan, pemerintah juga menyiapkan penguatan konektivitas telekomunikasi agar masyarakat Miangas menikmati akses komunikasi dan internet yang lebih memadai, sebuah kebutuhan vital bagi pulau terdepan yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan.

Pada bagian akhir pidatonya, Prabowo menekankan visi besar pemerintahannya: membangun Indonesia yang mandiri melalui penguatan sektor strategis nasional.

“Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Elemen utamanya adalah swasembada pangan dan swasembada energi,” ujarnya.***