MAKLUMAT – Setiap hujan deras, Sadi selalu waswas. Air merembes dari atap rumahnya yang bocor. Bersama keluarga, ia kerap berpindah tempat di dalam rumah tidak layak huni itu untuk menghindari tetesan air.
Rumahnya di Jalan Yos Sudarso RT 003 RW 019 Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember, itu dalam kondisi kurang layak huni. Sebagian atap rusak. Dinding mulai rapuh. Lantai rumah pun terasa lembap ketika musim hujan tiba. Dalam keterbatasan ekonomi, Sadi mengaku tidak mampu memperbaiki rumahnya secara mandiri.
”Kalau hujan deras, air masuk ke dalam rumah. Saya dan keluarga sering pindah-pindah tempat supaya tidak kehujanan di dalam rumah,” ujar Sadi saat ditemui di kediamannya, Minggu (10/5/2026).
Kini, kondisi itu berubah. Sadi mendapatkan bantuan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember. Rumah yang sebelumnya memprihatinkan menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati.
Atap rumah tidak lagi bocor. Dinding diperkuat. Bagian lantainya ditata lebih layak. Bagi Sadi, perubahan itu bukan sekadar renovasi bangunan, melainkan menghadirkan ketenangan bagi keluarganya.
“Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik. Rumahnya tidak bocor lagi, lebih rapi, dan kami bisa tinggal lebih nyaman,” katanya.
Program RTLH menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama warga berpenghasilan rendah yang tinggal di hunian tidak layak. Melalui program tersebut, pemerintah daerah mendorong terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan manusiawi.
Bagi warga seperti Sadi, bantuan itu memberi dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Rumah yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran saat hujan turun kini berubah menjadi tempat tinggal yang memberikan rasa aman bagi keluarga.
Sadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember atas bantuan program RTLH. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak warga merasakan manfaat yang sama.
“Saya berterima kasih kepada Pemkab Jember dan Bupati Gus Fawait. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujarnya.
Target Perbaikan 1.000 Unit Rumah Tidak Layak Huni
Kisah Sadi menjadi gambaran bagaimana program RTLH tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di tengah keterbatasan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan perbaikan 1.000 unit RTLH pada 2026 agar semakin banyak masyarakat memiliki hunian layak.
“Pada 2026, kami menargetkan pembangunan 1.000 unit RTLH agar semakin banyak masyarakat yang memiliki hunian layak,” ujar Bupati Jember Gus Fawait.
Program tersebut diharapkan mampu membantu warga menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, sehat, dan nyaman. Pelaksanaan RTLH tahun 2026 juga dipastikan dilakukan secara lebih luas, terencana, dan merata di sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, termasuk Kecamatan Balung.
Melalui target pembangunan atau perbaikan 1.000 unit rumah RTLH, Pemerintah Kabupaten Jember berharap semakin banyak warga prasejahtera memperoleh tempat tinggal yang layak dan sehat. Sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di daerah. (*)













