MAKLUMAT — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau DPP IMM, Riyan Betra Delza mendesak agar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana segera dicopot dari jabatannya.
Hal itu ia sampaikan dalam orasinya saat Cipayung Plus menggelar aksi di Kantor BGN, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026). Aksi ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi nasional yang dilakukan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus beberapa waktu lalu.
“Kita tahu sekarang kondisi ekonomi kita lagi sulit. Makanya Presiden Prabowo punya spirit yang namanya efisiensi. Tapi itu tidak tercermin di BGN. Penggunaan anggaran ugal-ugalan yang kemudian hampir setidaknya menambah angka kemiskinan kita,” tegas Riyan dalam siaran pers yang diterima Maklumat.id.
Menurut Riyan, seluruh lembaga negara seharusnya menunjukkan keberpihakan kepada rakyat melalui penggunaan anggaran yang tepat dan bertanggung jawab, terlebih di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang sulit.
Cipayung Plus lantas menilai bahwa hal tersebut tidak tercermin di BGN. Riyan lalu menyebut bahwa BGN telah gagal menerjemahkan semangat efisiensi yang tengah digaungkan pemerintah.
Ia menilai pola pengelolaan anggaran yang amburadul berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah yang seharusnya menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.
“Kita tidak ingin pola seperti ini terus berlanjut. Maka berdasarkan kesimpulan itu, kami meminta Kang Dadan selaku Kepala BGN harus mundur. Jika tidak punya rasa malu, maka harus dicopot,” lanjutnya dengan nada keras.
BGN dan Buruknya Tata Kelola Anggaran
Cipayung Plus mengecam dugaan buruknya tata kelola anggaran di tubuh BGN dan mendesak Presiden RI segera melakukan evaluasi total terhadap lembaga tersebut. Selain IMM, aksi ini juga diikuti oleh HIKMABUDI, KAMMI, LMND, dan HIMA PERSIS.
Massa aksi juga membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan “Evaluasi Total BGN” serta mengecam dugaan pemborosan anggaran di lembaga tersebut. Aksi ini berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.
Cipayung Plus menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kontrol moral terhadap pemerintah agar semangat efisiensi anggaran yang disampaikan Presiden tidak hanya menjadi slogan politik, tetapi benar-benar dijalankan oleh seluruh lembaga negara.
Mereka juga meminta pemerintah pusat segera melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola anggaran di BGN dan mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang dianggap gagal menjalankan amanah rakyat.













