Hoaks Haji Gratis Viral di TikTok, Kemenag Tegaskan Tidak Ada Pendaftaran Lewat Tautan

Haji gratis viral di TikTok ternyata hoaks. (Foto: Dok. Komdigi)

MAKLUMAT— Informasi mengenai program haji gratis yang mengatasnamakan Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) viral di media sosial TikTok.

Unggahan tersebut mengklaim Kemenag membuka pendaftaran haji gratis untuk 100 orang beruntung melalui tautan tertentu yang dibagikan di media sosial.

Namun, hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan informasi tersebut merupakan hoaks.

Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag melalui akun Instagram resminya, @penais.kemenag, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan syarat tertentu melalui tautan digital.

Kemenag meminta masyarakat berhati-hati terhadap pihak tidak bertanggung jawab yang mencatut nama institusi pemerintah untuk menyebarkan informasi palsu.

“Masyarakat diimbau mengabaikan dan melaporkan apabila menemukan informasi serupa,” tulis Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag dikutip Rabu (20/5/2026).

Kemenag juga mengingatkan masyarakat agar selalu memperoleh informasi resmi melalui kanal Kementerian Agama RI dan layanan informasi haji resmi pemerintah.

Tim AIS Komdigi Masukkan Haji Gratis ke Daftar Hoaks

Tim AIS Komdigi memasukkan isu haji gratis palsu tersebut dalam laporan harian hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang dirilis Rabu (29/1/2025) lalu.

Selain hoaks haji gratis, Tim AIS juga menemukan sejumlah informasi palsu lain, seperti:

  1. Hoaks tebus murah iPhone Pro Max mengatasnamakan Disnaker Kabupaten Pemalang
  2. Hoaks pemberangkatan haji gratis mengatasnamakan Direktorat Penerangan Agama Islam
  3. Hoaks lowongan kerja mengatasnamakan PT Krakatau Posco
  4. Hoaks akun WhatsApp mengatasnamakan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar NU
Baca Juga  DPP IMM Apresiasi Kemenhaj RI dalam Penyelenggaraan Haji 2026: Berjalan Sukses

Arab Saudi Memang Berangkatkan 42 WNI Haji Gratis

Di tengah maraknya hoaks haji gratis, Kerajaan Arab Saudi memang kembali memberangkatkan 42 warga negara Indonesia untuk menunaikan ibadah haji gratis melalui program undangan khusus Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, mengatakan program haji gratis tersebut merupakan bentuk pelayanan Kerajaan Arab Saudi kepada umat Islam, termasuk jamaah asal Indonesia.

“Tentu Kerajaan Arab Saudi merasa terhormat dan merupakan suatu kewajiban bagi kami untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh umat Islam, termasuk jamaah haji,” kata Faisal dikutip dari Antara, Selasa (19/5/2026).

Faisal menjelaskan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) secara langsung mengarahkan pelaksanaan program undangan haji tersebut.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi ingin memberikan kemudahan, pelayanan, dan fasilitas terbaik bagi para tokoh Indonesia yang memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji gratis tahun ini.

42 WNI Berangkat Haji Gratis ke Tanah Suci

Sebanyak 42 warga negara Indonesia dari berbagai daerah dan latar belakang menerima undangan haji gratis dari Raja Salman pada musim haji 2026.

Baca Juga  Umrah di Tengah Konflik Saudi-Houthi, Jemaah Diminta Cek Jadwal Sebelum ke Bandara

Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada Selasa malam, 19 Mei 2026, dan kembali ke Indonesia pada 3 Juni 2026.

Acara pelepasan jamaah haji gratis tersebut turut dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua BPJPH Ahmad Haikal Hassan, serta sejumlah duta besar negara sahabat seperti Palestina dan Sudan.

Arab Saudi Perkuat Layanan Fast Track Haji Indonesia

Selain menjalankan program haji gratis, Kerajaan Arab Saudi juga memperkuat layanan fast track atau jalur cepat bagi jamaah haji Indonesia.

Layanan tersebut kini tersedia di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Solo, dan Surabaya.

Melalui sistem fast track, petugas Keimigrasian Arab Saudi melakukan pemeriksaan dokumen jamaah langsung di Indonesia sebelum keberangkatan.

Skema tersebut memungkinkan jamaah menghemat waktu setibanya di Bandara Madinah maupun Jeddah karena tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi panjang di Arab Saudi.

Program haji gratis dan layanan fast track menjadi bagian dari upaya Arab Saudi meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan jamaah haji Indonesia.***