MAKLUMAT – Arab Saudi mulai mengoperasikan sistem air minum pintar di kawasan Masya’ir jelang puncak ibadah haji 2026. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi cuaca panas ekstrem sekaligus tingginya mobilitas jutaan jemaah selama fase Armuzna.
Sistem tersebut menghadirkan lebih dari 2.400 titik air minum modern yang tersebar di jalur pejalan kaki menuju area utama ibadah haji seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Melansir Saudi Press Agency, fasilitas itu dirancang agar jemaah bisa lebih mudah mendapatkan air minum dingin dan steril selama menjalani rangkaian ibadah di tengah suhu tinggi.
Proyek ini dikembangkan oleh Kidana Development Company, perusahaan di bawah Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
Melalui proyek tersebut, Saudi mengubah titik distribusi air konvensional menjadi stasiun hidrasi modern berbasis teknologi.
Kurangi Risiko Heat Stroke
Sistem air minum pintar ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari mitigasi risiko kesehatan jemaah.
Pemerintah Saudi menyebut distribusi titik air dirancang strategis untuk membantu mengurangi penumpukan massa di area tertentu sekaligus menjaga kelancaran arus pergerakan pejalan kaki.
Keberadaan titik hidrasi itu diharapkan mampu menekan risiko dehidrasi dan stres panas yang selama ini menjadi tantangan utama saat musim haji.
Apalagi, suhu di kawasan Masya’ir saat siang hari kerap menembus lebih dari 40 derajat Celsius.
Saudi Makin Agresif Digitalisasi Layanan Haji
Pengembangan sistem air minum pintar menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam membangun layanan haji berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Selain memperkuat kenyamanan jemaah, sistem ini juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi distribusi air dan menjaga kualitas pasokan tetap stabil selama musim haji berlangsung.
Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang terus mempercepat transformasi layanan haji, mulai dari pendingin area terbuka, jalur pedestrian ramah jemaah, hingga sistem pemantauan kepadatan berbasis teknologi.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi terus meningkatnya jumlah jemaah dari berbagai negara setiap tahun.
Cuaca ekstrem kini menjadi tantangan utama penyelenggaraan haji modern. Karena itu, Saudi mulai menggeser pendekatan layanan dari sekadar penyediaan fasilitas menjadi sistem mitigasi berbasis teknologi.
Pembangunan ribuan titik air minum pintar menunjukkan bahwa pengelolaan haji ke depan tidak hanya bertumpu pada kapasitas tempat, tetapi juga kemampuan menjaga kesehatan dan mobilitas jutaan jemaah secara real time.














