Upaya PW IPM Jatim Hadirkan Musywil XXIV yang Progresif dan Berdampak

ipm

MAKLUMAT — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jatim mulai mematangkan persiapan menjelang perhelatan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-XXIV. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan agenda tersebut berjalan dengan substansial dan meninggalkan dampak positif bagi organisasi.

Proses pemantapan persiapan itu diwujudkan dalam rapat koordinasi intensif yang berlangsung di Rumah Kebangsaan, Surabaya, Ahad (7/6/2026). Pertemuan ini menjadi krusial untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan seluruh lini teknis kepanitiaan agar terstruktur dengan rapi.

Ketua Umum PW IPM Jatim, Hengki Pradana, mengungkapkan bahwa Musywil XXIV bukan sekadar agenda rutin suksesi kepemimpinan. Menurutnya, momentum ini harus menjadi titik tolak pengembangan organisasi yang mampu memberikan standar baru bagi kader di tingkat akar rumput.

“Musywil tahun ini harus dirancang dengan presisi dan memberikan kesan mendalam. Kami ingin apa yang tersaji di level wilayah ini nantinya menjadi role model bagi teman-teman di daerah. Memberikan teladan berorganisasi yang baik adalah kewajiban kami,” ujar Hengki pada Senin (8/6/2026).

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Musywil XXIV, Nizar Syahroni menekankan pentingnya detail teknis dalam setiap tahapan persiapan. Pihaknya mengaku menerapkan sistem pengawasan ketat terhadap seluruh seksi kepanitiaan untuk meminimalisir kendala di lapangan.

Baca Juga  Wapres Gibran: Kami Apresiasi Komitmen Kolaborasi PP IPM Bersama Pemerintah

“Evaluasi mikro kami lakukan secara berkala. Kami menyisir progres setiap divisi agar tidak ada agenda yang terlewat. Targetnya bukan hanya sukses secara seremonial, tetapi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan secara tertata dan mencapai tujuan utama,” jelas Nizar.

Melalui persiapan yang terukur ini, PW IPM Jatim berharap Musywil XXIV dapat melahirkan gagasan-gagasan progresif serta arah kebijakan baru yang relevan dengan tantangan dunia pelajar di era kontemporer. Konsolidasi ini diproyeksikan akan berdampak pada penguatan sistem kaderisasi yang lebih solid, dari wilayah hingga ke basis-basis pelajar di daerah.