LHKP PDM Kota Kediri Gelar Kajian Ideopolitor, Perkuat Angkatan Muda Muhammadiyah

LHKP PDM Kota Kediri menggelar kegiatan Kajian Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi), yang bertempat di Warkop Ndulit Jowo, Sabtu (13/6/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LHKP PDM) Kota Kediri menggelar kegiatan Kajian Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) dan Bedah Buku, yang bertempat di Warkop Ndulit Jowo Kota Kediri pada Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat budaya literasi, membangun ruang dialog, serta mendorong partisipasi AMM dalam pembangunan daerah. Diikuti puluhan peserta dari IPM, IMM, Nasyiatul Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah, kegiatan ini mengusung semangat “Pemuda Bergerak, Kediri Maju!”

Hadir sebagai narasumber, yakni Ketua DPD KNPI Kota Kediri Munjidul Ibad, serta Ketua LHKP PDM Kota Kediri Nico Perlambang Agung. Keduanya membedah berbagai gagasan ideologi, politik dan organisasi sekaligus mengaitkannya dengan dinamika sosial, kepemudaan, dan pembangunan Kota Kediri.

Ketua Panitia, M. Idris Falakhuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun tradisi intelektual di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM).

Menurut dia, AMM tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi, tetapi juga harus memiliki fondasi ideologi yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Melalui kajian ideopolitor, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang terbuka, kritis, dan mencerahkan. AMM harus terbiasa membaca, berdialog, serta merumuskan gagasan untuk menjawab berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga  Catatan Refleksi Satu Tahun Kota Kediri MAPAN

Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal lahirnya forum-forum diskusi yang berkelanjutan di Kota Kediri, sehingga budaya membaca, berpikir kritis, dan berdialog semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Ketua DPD KNPI Kota Kediri Munjidul Ibad menegaskan bahwa penahaman ideologi, politik, dan organisasi merupakan modal penting dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang belajar bersama bagi berbagai elemen AMM.

Senada, Ketua LHKP PDM Kota Kediri Nico Perlambang Agung dalam kegiatan ini juga membedah dua buku yang salah satu berjudul “Integritas dari Dekat”. Buku tersebut merupakan tulisan dari 20 ASN muda yang terpilih dalam program Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK serta Abdimuda.

Nico menilai bahwa literasi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan kebangsaan. Menurutnya, kajian buku bukan sekadar membahas isi bacaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengkritisi realitas dan merumuskan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan bedah buku, kata dia, sering menjadi ruang diskusi publik yang mendorong pemikiran kritis, penguatan literasi, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial.

Baca Juga  Pelita di Ujung Tongkat: Kisah Perjuangan Kiai As’ad Humam Menemukan Metode Iqro