MPKSDI PDM Pacitan Gandeng UMPO, Buka Akses Beasiswa Penuh bagi Kader Muhammadiyah

Ketua MPKSDI PDM Muhammadiyah Pacitan bersama jajaran dan calon mahasiswa penerima beasiswa berfoto usai proses pendampingan program KIP Kuliah Usulan Masyarakat (jalur aspirasi) bekerja sama dengan UMPO. Melalui program ini, puluhan kader Muhammadiyah Pacitan berkesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan beasiswa penuh, termasuk dukungan uang saku dan skema bantuan asrama bagi mahasiswa yang membutuhkan. (Foto: Fakhudin/IST)

MAKLUMAT — Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pacitan menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) untuk membuka akses beasiswa penuh bagi kader Muhammadiyah melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Usulan Masyarakat atau jalur aspirasi.

Kolaborasi tersebut menjadi upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi lulusan sekolah yang terkendala biaya sekaligus memperkuat kaderisasi Muhammadiyah di Kabupaten Pacitan.

Ketua MPKSDI PDM Pacitan, Fatkudin SPd, mengatakan regenerasi kader merupakan tantangan yang perlu dijawab melalui langkah konkret. Menurutnya, pendidikan tinggi menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan kader yang memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan.

“Kami tidak ingin kader-kader terbaik berhenti hanya karena alasan biaya. Pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada umat,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id pada Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, MPKSDI tidak hanya mengupayakan beasiswa penuh, tetapi juga berusaha memberikan dukungan lain, seperti bantuan biaya hidup hingga fasilitas tempat tinggal bagi mahasiswa yang membutuhkan selama menempuh pendidikan di Ponorogo.

“Jalur KIP Kuliah Usulan Masyarakat menjadi peluang bagi kader yang belum memenuhi persyaratan KIP reguler. Kami berusaha memanfaatkan peluang itu agar semakin banyak kader Muhammadiyah dapat mengenyam pendidikan tinggi,” tandas Fatkudin.

Baca Juga  Figur yang Layak, Amanah, dan Jujur, Adalah Pilihan Warga Muhammadiyah

Program tersebut telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Pada 2025, MPKSDI PDM Pacitan mengantarkan sedikitnya 25 mahasiswa memperoleh beasiswa penuh melalui skema yang sama. Pengalaman tersebut menjadi dasar untuk memperluas jumlah penerima manfaat pada tahun ini.

Kepala Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Zulkarnain Ashyahifa SPd MHum, mengatakan bahwa pihak kampus berkomitmen memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi kader Muhammadiyah.

“Kami memiliki komitmen untuk memberikan akses pendidikan seluas-luasnya kepada kader Muhammadiyah. Selama kuota memungkinkan, kami akan mengupayakan mereka memperoleh beasiswa. Jika tidak terakomodasi melalui KIP Kuliah, kami akan mencari alternatif pembiayaan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pengkaderan MPKSDI PDM Pacitan, Hadi Soviin SPdI, menilai kolaborasi antara organisasi dan perguruan tinggi menjadi salah satu model kaderisasi yang perlu terus dikembangkan.

“Program ini bukan sekadar mengantarkan mahasiswa masuk perguruan tinggi, tetapi membangun sumber daya manusia Muhammadiyah yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Karena itu, kami akan terus menjaga sinergi ini selama program masih tersedia,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, Muhammadiyah Pacitan menegaskan bahwa investasi terbesar bukan hanya membangun infrastruktur, melainkan membangun manusia. MPKSDI PDM Pacitan berharap semakin banyak kader Muhammadiyah memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi. Selain memperluas akses pendidikan, program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan kader yang mampu memperkuat dakwah pencerahan serta berkontribusi nyata bagi Persyarikatan, umat, dan bangsa.***

Baca Juga  4 Kategori Sekolah Menurut Ketua PWM Jatim Prof Sukadiono

 

*) Penulis: Edi Susanto